Langsung ke konten utama

Postingan

YULIANTO DAN HAMZAH

YULIANTO DAN HAMZAH Kala itu saya masih mahasiswa.! Tepatnya 8 tahun yang lalau. Menjadi mahasiswa semester pertama. Pertama bertemu dan pertama kalinya juga di bullyng sama kakak tingkat. Katanya untuk membentuk kepribadian supaya tangguh.? Ah Don’t Care About Ospek apalah. Saya menjadi korban bersama dia (Yulianto). Tidak kenal acuh itulah sifat asli ketika belum kenal dan memahami karakter masing-masing. Hanya hitungan beberapa hari saja.! Saya langsung jatuh cinta dengan Dia. Baru ngaku setelah sekian lama. Jadi malau saya.! Saya merasa akrab dan suka, karena wajah dan sifatnya sama seperti salah satu My best Friend waktu di MTs 18 RU Pasir Sakti Lampung Timur, namanya Hidir Ali Hamzah Nasution entah dimana di sekarang saya tidak tau bahkan kabarnya. Sudah berkali kali saya mencari tahu, bertanya dengan sahabat saya di Lampung. Di sosial media pun saya tidak menemukannya. Begitu akarabny saya dengan Hamzah seperti adik sendiri. Saya tidak tahu mengapa saya bisa dekat dan akrab. Pa…
Postingan terbaru

NILAI KEJUJURAN PERAWAT

NILAI KEJUJURAN PERAWAT
Siapa bilang kerja di lurnegeri itu tidak enak? Siapa bilang kerja di negeri sendiri itu lebih nyaman dan tenang? Tidak sedikit, mereka yang meraskan nyaman dan mengeluh karena bekerja di negeri orang! Tak sedikit juga yang bilang nyaman bekerja di luar negeri lebih nyaman dan tenang. Tak sedikit yang bekerja di negeri sendiri selama tahunan, hanya untuk mencari penglaman kerja, selama waktu yang ditentukan untuk persayaratan menuju Negara lain. Contohnya seperti saya.! Banyak Kontro Fersi mengenai Negara tujuan penerima Buruh Migrant kesehatan baik Swasta maupun Program G to G yang sudah menerima dan memberangkatkan Tenaga Kerja Indonesia. Diantaranya Asia Timur : Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan dan Hong Kong. Asia Tenggara : Malaysia dan Singapura. Asia Barat : Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Australia, USA dan UNIEROPA. Negara tersebut di atas mempunyai syarat dan ketentuan masing-masing bagi mereka tenaga kesehatan. …

LAIN AKU LAIN DIA!

LAIN AKU LAIN DIA!
Kagum akan hal yang baru itu hal wajar.! “Lain ladang lain belalang”. Pepatah ini benar sekali.! Adat istiadat dari masyarakat kita Indonesia terkenal akan “adab” tutur kata dan kesopananya. Tak di ragukan lagi bahwa kita orang Indonesia sangat cepat beradaptasi serta mamapu mengadopsi kultur yang ada di sekitar kita.!
Namun apa jadinya jika kultur serta ramah dan senyum di negara kita menjadi hal yang pokok serta wajib seperti istilah 3 S (senyum, salam dan sapa). Sangat di anjurkan jika kita memberi pelayanan kepada costemer.
Berbeda dan lain lagi di Rusia. Senyum di Rusia sangat mahal, karena disana ada anggapn jika tersenyum berarti kita tertarik pada mereka. Ini berlaku pada toko dan layanan publik.
Berbeda dengan Indonesia orangnya ramah dan murah senyum.
Bukan hanya di Rusia! Saya sebagai perawat di Saudi Arabia. Memperlakukan 3 S, ada yang memberi respon positif malah ada juga yang memberi respon negatif.
Beberapa kalai saya di tegur pasien, “kenapa kamu sen…

KERRJA DIBAYAR MURAH, TAK KERJA ILMU MUSNAH.!

KERJA DIBAYAR MURAH,TAK KERJA ILMU MUSNAH.!
Perawat tak bisa merawat diri, malas dan menerima menjadi melarat.! Melarat gaji, melarat pengakuan, merlarat pengetahuan dan aspek diri.!
Itu berlaku bagi mereka yang 3D plus N1 (datang, duduk, diam dan ndombong)!
Hidup itu kejam.! Tidak seperti video clip lagu, yang simpel dan berujung dengan bahagia.
Tidak juga seperti serial FTV, istan lucu Happy ending.! Kelar idup Loe, Menghayal sambil senyum sendiri.!
Atau seperti film India, action lebay, nagis serta lari lari di lapangan atau kebun bunga serta sembunyi di balik pohon, yang ujung ujungnya nayanyi sambil lari.! Pasti ketawa dan paham banget.!
Terlalu simpel, sepele dan terkesan kacangan.! Lain khayalan lain pula  realitanya.
Tapi tetap saja serial tersebut di tunggu bahkan sampai nongkrong berjam jam di depan TV atau laptop demi ingin melihat kelanjutannya, mirip anak anak muda yang kekinian menceritakan ki-drama Korea, weeew!
Ingin rasanya bisa merubah citra kita, citra perawat dan b…

JANGAN IKUTI JEJAK KAMI "PERAWAT INDONESIA DI SAUDI"

JANGAN IKUTI JEJAK KAMI "PERAWAT INDONESIA DI SAUDI" 
Kami hanyalah sekelompok Perawat yang tidak sanggup menghadapi persaingan di Negeri sendiri dan  memutuskan untuk melangkahkan kaki menuju Saudi Arabia yang setiap tahun lowongan datang dan  membutuhkan kami.
Kami sekelompok perawat yang tak sanggup merawat ketika keluarga terbaring sakit, Kamilah perawat yang mengasuh orang lain dan bukan sanak saudara kami, Kami sekelompok perawat yang selalu menulis pengalaman serta perjalanan kami di media sosial guna sekedar berbagi meski tidak sesuai dengan apa yang kami hadapi saat ini. Boleh disebut cerita dan pencapaian kami hanyalah fiktif belaka yang tidak patut untuk dijadikan motivasi, karena kami terbuang dari Negeri sendiri. 
Nasib kami tidak seindah apa yang kami tulis, skill kami tidak sehebat yang kami tulis, rumah/flat tempat tinggal kami tak seindah sarang burung Pintau yang tersusun rapi, di dinding flat kami tak berderet photo keluarga, tak ada sanak saudara selepas…

Dilema Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Semestinya kita tau cara bagaimana menghargai sebuah profesi. Disini tidak ada yang bisa ikut campur tentang profesi. Namun jangan lupa juga setiap profesi mempunyai dasar dan azas yang telah di tentukan, tentunya mempunyai SOP (standar operasional prosedur) yang sudah di tentukan dan di uji keakuratannya serta diawasi oleh badan tertentu.
Melihat dari hal hal yang menyangkut profesi tentunya kita tau batasan - batasan karakteristik yang wajar dan sesuai dengan pertimbangan: jangan terlalu berlebihan, alay, lebay.  
Tidak dengan zaman yang semakin maju dan canggih ini. Teknologi semakin canggih namun pemikiran malah mundur sama seperti zaman Paleolitikum atau Megalitikum. Semua serba canggih apapun itu. Tak kalah cangihnay pemikiran manusia modern tapi sayangnya canggih untuk menyudutkan seseorang. Apa ini cara pemikiran KEKINIAN atau KEKUNOAN.  Setiap insan tentunya bisa bertanya atau sekedar shareing dan sama - sama mencari solusi.
Berfikir tidak di barengi dengan 6 kacamata. Disini …

PERAWAT NGELANTUR

Seberapa besar proses dan seberapa sulit proses yang kita jalani kelak menentukan besar kecilnya kesuksesan. 
Beragam orang yang mengatakan sukses itu. Tinggal bagaimana kita memaknai hal tersebut.
Banyak dan ribuan dari kita yang berjuang namun hasil belum maksimal. Ada juga yang baru saja memulai langsung berhasil. Kendati demikian jangan sampai putus asa di tengah jalan. Bangkit dan berusaha lagi.
Diluaran sana banyak yang mendapatkan sesuatu dengan instan, hasilnya instan dan hilangnya pun secara instan.
Lain dengan yang berproses, lebih afdol dan terasa manis hasilnya. Tidak lantas dari hasil tersebut tanpa ada campur tangan pihak terkait, tidak juga. Di setiap hal pasti ada seseorang yang selalu mendukung kita terutama orang tua, saudara dan sahabat. Mereka banyak berperan sebagai penasehat dan pengamat.
Beberapa hari yang lalu saya, membaca tulisan yang judulnya “LULUSAN DARI PERGURUAN TINGGI YANG AKREDITASI C, TIDAK BISA MENJADI PNS!” dari judul tersebut dahsyat dan sangat menu…