Senin, 11 September 2017

JANGAN IKUTI JEJAK KAMI "PERAWAT INDONESIA DI SAUDI"

JANGAN IKUTI JEJAK KAMI "PERAWAT INDONESIA DI SAUDI" 

Kami hanyalah sekelompok Perawat yang tidak sanggup menghadapi persaingan di Negeri sendiri dan  memutuskan untuk melangkahkan kaki menuju Saudi Arabia yang setiap tahun lowongan datang dan  membutuhkan kami.

Kami sekelompok perawat yang tak sanggup merawat ketika keluarga terbaring sakit, Kamilah perawat yang mengasuh orang lain dan bukan sanak saudara kami, Kami sekelompok perawat yang selalu menulis pengalaman serta perjalanan kami di media sosial guna sekedar berbagi meski tidak sesuai dengan apa yang kami hadapi saat ini. Boleh disebut cerita dan pencapaian kami hanyalah fiktif belaka yang tidak patut untuk dijadikan motivasi, karena kami terbuang dari Negeri sendiri. 

Nasib kami tidak seindah apa yang kami tulis, skill kami tidak sehebat yang kami tulis, rumah/flat tempat tinggal kami tak seindah sarang burung Pintau yang tersusun rapi, di dinding flat kami tak berderet photo keluarga, tak ada sanak saudara selepas kerja menikmati hidangan di meja, tak ada riuk suara beribadah berjamaah beserta keluarga dan kolega, tak ada lagi.! Semua serba mandiri, tak ada bantuan tangan meringankan pekerjaan kami ketika kami terpuruk.! Doa-doa mereka yang membuat Kami mampu, kuat serta ikhlas menjalani kehidupan. KAMI AKAN SELALU BERBOHONG DAN AKAN TERUS BERBOHONG DENGAN KELUARGA, KETIKA KAMI DITANYA, “APA KABAR?” “JAWABAN KAMI HANYA SATU, YAITU KAMI SELALU SEHAT DI SAUDI”!

Kami sekelompok perawat yang mengedepankan kesehatan negeri lain bukan negeri sendiri. Kamilah yang memberi asuhan keperawatan di Saudi. Kamilah yang menjunjung etos kerja di Negeri ini, Kamilah perawat yang tiap bulannya bergelut dengan ketentuan dan peraturan Ministry of Health Saudi,  Tak ada semboyan lain selain visi Saudi 2030, Negeri kedua kami harus Sehat. Kami jalani setiap ketentuan dan hukuman dari setiap instansi.

Kamilah perawat migran itu, yang setiap tahunya mendapatkan vaksin secara gratis, Kesehatan kami modal terbesar untuk memberi Asuhan Keperawatan, Sehat adalah tuntutan yang harus kami penuhi  oleh instansi, Kerja kami dihargai, usaha kami di pertimbangkan, tanpa ada embel- embel harus sekian tahun mengabdi pada Negeri. 

Gaji kami tidak banyak sampai berderet banyak nol di belakang angka, tidak ada kerja sampingan setelah kerja di instansi, lalu pulang nyambi bisnis atau mengisi seminar seminar di kampus kesehatan, untuk menstansfer ilmu kepada junior. 

Kami kerja hanya satu pekerjaan tidak bisa doubel job.! Kerja doubel monggo Silahkan jika tidak terjaring razia Ministry of Interior, jika terjaring risiko tanggung sendiri. 

Semua tindakan kami sesuai berdasarkan orderan dokter. Terkontrol antara perawat dan dokter, Kami bukan kacung atau bawahan atau tidak mampu memberikan obat bagi orang lain , melainkan kami mencari keselamatan dan selalu ingat bahwa ini Saudi, rumah kedua kami. 

Kerja kami 8 sapai 12 jam setiap hari, Jika suka Over Time di persilahkan, Jika tidak suka, Silahkan berlibur, Satu minggu 1 sampai 2 kali off seperti itu ketentuan di Rumah Sakit dan klinik. 
 Gaji kami tersimpan, tidak ada acara setelah gajian boncengan motor atau duduk di dalam mobil, janjian makan serta nonton Boiskop di XXI. Tidak ada juga acara persiapan malam Minggu ngapel sang DOI.

Ingin nonton BIOSKOP ya Silahkan saja pergi ke Bahrain, Oman, Mesir, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi.!  Jangan harap ada di Saudi. Kami cupu dan Kuper, tak bebas sebebas Negeri kita Indonesia. 

Tidak ada juga, ketika bulan Ramadhan mengadakan buka Bersama di HOTEL mewah! Serasa pengusaha kelas KAKAP. Tak ada juga acara setiap tahun REUNI Alumni Akademik sekedar bersilaturahmi.!

Tak terdengar juga kami perawat Indonesia yang di Saudi mengadakan Buka Bersama di THE RITZ CARLTON RIYADH atau JEDAH. Kami sadar dan kami belum Merdeka belum juga Sejahtera, kok neko neko.! Setelah acar selesai unggah Photo menu di MEDIA SOSIAL! Yang bertujuan mendapat Like Komen Share.! 

Jangan Menghayal kami perawat Saudi, bebas pandang serta Sandang, keluyuran di luar rumah, memakai pakaian tengtop, rambut terurai, celana pendek bagi laki laki, pakaian minim wanita, mempertontonkan lekuk dan kelokan tubuh, memakai jilbab namun celana ketat, lancip bak pensil dan kakai nyamuk.! Berkeinginan melihat, paha berjalan, nongkrong saja di gorong goreng depan rumah sambil gitaran di pastikan banyak berseliweran paha.! Di Saudi Tidak ada dan bukan Muhrim.! Jangankan melihat rok mini wanita, melihat pria memakai celana pendek di keramaian saja susah. 

Libur kerja ke pantai, kebun binatang, mendaki gunung atau ke candi, Silahkan pilih di negeri Sendiri sesuai kehendak hati yang menjadi trend serta tradisi di kalangan muda mudi. Apa lagi perawat berstatus kerja seperti kita.
 Sesuka hati meminta izin pada instansi guna berlibur sambil beribadah.! Calling VISA buat keluarga, yang menginginkan Reuni di pelataran Majidil Haram Ka’bah atau Kubah Hijau.! Resikony potong GAJI.! 

Jangan ikuti jejak kami Perawat Saudi yang ketika menginjak kontrak 2 sampai 3 tahun akan mendapat kesempatan Menunaikan Rukun Islam yang kelima Yaitu HAJI. Dan ini sudah pasti akan kita dapati.!

Kami tak setiap hari menyantap makanan asal daerah atau panganan Nasional Indonesia. Tak semudah mereka perawat yang bebas berdikari mapan di Negeri sendiri. Yang bebas setiap hari menikmati Gereh Petek, pecel lele, nasi Padang, bacem tempe tahu, Angkringan, bebek bakar, soto, mie ayam, nasi goreng, urap sayur, kulup daun singkong, rendang jengkol dan Pete Goreng.! 

Kami sekelompok perawat patuh terhadap apa yang kami emban dan kami pertanggung jawabkan, sampai sampai gaji di potongan karena kesalahan kami ataupun kesalahan teman. 

Perjalanan Karir kami tak semulus, perjalanan perawat di negeri sendiri. Selalu damai lelah lenyap, ketika memandang senyum manis : Bunda, Ayah, Kakak, Adik, Anak Serta Belahan jiwa kita, yaitu Sang Istri atau Suami.

Berbeda sekali dengan Perawat di Negeri Sendiri. Setiap 2 hari sekali ganti Baju seragam dan warna.! Hari Senin Selasa pakai baju seragam LINMAS atau putih putih, hari Rabu Kamis seragam Rumah Sakit atau klinik, Hari Jumat seragam Olah Raga serta gotong royong membersihkan lingkungan, bagi laki laki jam 11 pulang Sholat Jumat, hari Sabtu seragam Batik (baju nasional). Lah kami Perawat Indonesia yang di Saudi Arabia, Kasihan sekali, Baju ya hanya satu warna sampai tahun depan pun tetap sama.! Tidak akan berubah! 

Jangan mimpi perawat Saudi mampu merubah sudut pandang mereka yang kini sedang dilanda angan tak menentu. Lantaran tidak kebagian Job, yang sesuai dengan ilmu yang didapat semasa kuliah.! Pengenya kerja tapi di suruh bayar.! Lantaran tunggu keluar STR.! 

Cerita akan berubah, bagi mereka yang mempunyai skill dan Multi Talent sebagai perawat senior. Wajarlah mereka sudah senior, mapan secara finansial, baik sandang, pangan dan papan. Karena mereka beda zaman dan beda generasi. Zaman dahulu, sebelum lulus akademik, sudah di pesan dari berbagai RS bahkan perusahaan. Sedangkan sekarang yang tidak sanggup bersaing hengkang dari literatur bekal akademik. Lulusan perawat kerja di Bank, sah saja tidak ada yang melarang.! 

Masih adakah dan mempunyai keinginan untuk menjadi Perawat di Arab Saudi...? Yakin..? masih berminat dan masih mau...? setelah membaca tulisan ini.? 

Orang Saudi, kaku dan pemarah? Gk takut Kalu di bentak..? Para perawat yang bekerja di Saudi Arabia itu tidak satu bendera dengan kita.! Begitu pula dengan dokternya.! Yakin.! Bisa komunikasi dengan mereka dokter dan perawat?! 

Jangan mimpi perawat Saudi menjadi inspirator kalangan muda perawat kita di tanah Air Beta.! Yang menyuguhkan perjalanan manis dan seolah merdeka paling sukses setelah pulang dari Saudi.! 

Jangan mimpi perawat Saudi, ketika pulang nanti menjadi perawat paling sukses di Ibu Pertiwi. 

Jangan mimpi perawat Saudi, setelah pulang ke Negeri Bihnika Tunggal Ika, mengadakan Sminar National dengan Iming iming 10 SKP yang bisa di gunakan untuk angka kredit perpanjangan SRT. 

Jangan mimpi perawat Saudi, dengan seminar tersebut akan membuat isi dompet kita menjadi kembung, sementara mereka para junior dan junior sibuk mengumpulkan uang gaji yang tak seberapa untuk mengikuti seminar yang kita selenggarakan. Manis pada diri kita, pahit bagi para peserta.

Indonesia Raya, Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ripublik Indonesia, yang Ke 72 Tahun, Jayalah Indonesia KU dan Jayalah PROFESIKU PERAWAT INDONESIA! 

Riyadh, 13 Agustus 2017

Ahmad Irfan Hamim Sutopo


Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.