Jumat, 20 Mei 2011

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) PERAWATAN KATETER PADA WANITA


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
( SOP )
PERAWATAN PEMASANGAN WANITA
 Pengertian :
Kateterisasi perkemihan adalah tindakan memasukan selang katet, plastik atau logam melalui ureter dan masuk kedalam kandung kemih. Terdapat 2 jenis kateter pekemihan yaitu : menetap dan intermiten
Tujuan :
1.    Menghilangkan ketidak nyamanan karena distraksi kandung kemih
2.    Mendapat urine steril untuk spesement
3.    Mengkaji residu urine
4.    Penatalaksanaan pasien yang dirawat karena trauma medula spinalis, gangguan neuromuskuler atau inkompeten kemih, serta paskah operasi besar
5.    Mengatasi obstrukasi aliran urine
6.    Mengatasi retensi perkemihan
Indikasi
1.    Pada pasien yang mengalami retensi urine
2.    Pada pasien yang mengalami tumor atau kangker pada saluran kemih
Perosedur pelaksanaan
A.   Tahap pra interkasi
1.    Membaca program tindakan
2.    Menyiapkan alat
a.     Sarung tangan
b.     Kateter steril ( sesuai dengan ukuran dan jenisnya )
c.      Duk steril
d.     Minyak pelumas atau jelli
e.     Larutan pembersih atau antiseptik
f.       Kapas alkohol atau sublimat
g.     Sepuit 5 cc
h.     Perlak
i.       Pinset anatomis
j.       Bengkok
k.      Kantung penampung urine

B.   Tahap orientasi
1.    Menmberikan salam kepada pasien
2.    Validasi kondisi pasien
3.    Kontrak waktu
4.    Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan pada pasien dan keluarga.
C.   Tahap kerja
1.    Menjelaskan prosedur
2.    Cuci tangan
3.    Pasang sampiran
4.    Pasang perlak
5.    Gunakan sarung tangan steril
6.    Pasang duk steril
7.    Bersihkan vulva dengan kapas sublimat dengan arah dari atas kebawah ±lakukan berulang hinga 3 kali atau sampai bersih
8.    Buka labya mayora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri dan bersihkan bagian dalam
9.    Kateter di beri pelumas atau jelli pada ujungnya ±2,5-5 cm lalu masukan perlahan dan minta pasien untuk menarik nafas dalam dan masukan 2,5-5 cm atau hingga urine keluar.
10. Jika tertahan jangn dipaksakan
11. Setelah kateter masuk, isi balon dengan cairan aquads atau sejenisnya untuk mengunci kateter supaya menetap dan tidak lepas dan bila intermiten tarik kembali sambil intruksikan pasien untuk menarik nafas dalam untuk mengurangi  rasa nyeri.
12. Sambungkan kateter dengan kantung penampung dan fiksasi kearah atas paha atau abdomen.
13. Pelester kateter diatas pubis atau paha supaya tidak tertarik
14. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

D.   Tahap terminasi
1.    Evaluasi hasil kegiatan
2.    Lakukan kontrak waktu untuk kegiatan selanjutnya
3.    Akhiri kegiatan dengan bsik

E.   Dokumentasi
1.    Catat waktu pelaksanaan tindakan
2.    Catat respon pasien terhadap teknik distraksi
3.    Paraf dan nama perawat jaga.




Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.