Selasa, 17 Mei 2011

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Pemasangan Kateter Pria


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
( SOP )
Pemasangan Kateter Pria
Pengertian :
Kateterisasi perkemihan adalah tindakan memasukan selang karet, pastik atau logam, melalui uretra dan masuk kedalam kandung kemih. Terdapat 2 jenis kateterisasi perkemihan yaitu : kateter mentap dan intermiten
Tujuan :
1.    Menghilangkan ketidak nyamanan karena distraksi kandung kemih
2.    Mendapat urine steril untuk spesement
3.    Mengkaji residu urine
4.    Penatalaksanaan pasien yang dirawat karena trauma medula spinalis, gangguan neuromuskuler atau inkompeten kemih, serta paskah operasi besar
5.    Mengatasi obstrukasi aliran urine
6.    Mengatasi retensi perkemihan

Indikasi
1.    Pada pasien yang mengalami retensi urine
2.    Pada pasien yang mengalami tumor atau kangker pada saluran kemih

Perosedur pelaksanaan
A.   Tahap pra interkasi
1.    Membaca status pasien
2.    Mencuci tangan
3.    Menyiapkan peralatan
a.    Sarung tangan
b.    Kateter steril ( sesuai dengan ukuran dan jenisnya )
c.    Duk steril
d.    Minyak pelumas atau jelli
e.    Larutan pembersih atau antiseptik
f.     Kapas alkohol atau sublimat
g.    Sepuit 5 cc
h.    Perlak
i.      Pinset anatomis
j.      Bengkok
k.    Kantung penampung urine

B.   Tahap orientasi
1.    Menmberikan salam kepada pasien
2.    Validasi kondisi pasien
3.    Kontrak waktu
4.    Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan pada pasien dan keluarga.

C.   Tahap kerja
1.    Menjelaskan prosedur
2.    Cuci tangan
3.    Pasang sampiran
4.    Pasang perlak
5.    Gunakan sarung tangan steril
6.    Pasang duk steril
7.    Tangan kiri memegang penis lalu repusium ditarik sedikit kepangkalnya dan bersihkan dengan kapas sublimat
8.    Kateter diberi minyak pelumas atau jelli pada ujungnya ±12,5-17,5 cm, lalau masukan perlahan-lahan ±17,5-20 cm dan sambil memberi ntruksi pasien untuk mengambil nafas dalam untuk mengurangi rasa nyeri.
9.    Jika tertahan jangn dipaksakan
10. Setelah kateter masuk, isi balon dengan cairan aquads atau sejenisnya untuk mengunci kateter supaya menetap dan tidak lepas dan bila intermiten tarik kembali sambil intruksikan pasien untuk menarik nafas dalam untuk mengurangi  rasa nyeri.
11. Sambungkan kateter dengan kantung penampung dan fiksasi kearah atas paha atau abdomen.
12. Pelester kateter diatas pubis atau paha supaya tidak tertarik
13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

D.   Tahap terminasi
1.    Evaluasi hasil kegiatan
2.    Lakukan kontrak waktu untuk kegiatan selanjutnya
3.    Akhiri kegiatan dengan bsik
Cuci tangan
E.   Dokumentasi
1.    Catat waktu pelaksanaan tindakan
2.    Catat respon pasien terhadap teknik distraksi
3.    Paraf dan nama perawat jaga.


Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.