Langsung ke konten utama

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) ISOLASI SEMI STERIL


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
( SOP )
ISOLASI SEMI STERIL
Pengertian :     Teknik perawatan untuk memberikan perlindungan kepada pasien terhadap infeksi dari linhkungan
Tujuan:
1.      Mencegah infeksi sekunder
2.      Mengurangievaporasi
3.      Menghindari trauma pada lesi
Indikasi :
1.      Dilakukan pada pasien steven johnson dan toksik epidermal sklerolitik
2.      Memenuhi kebutuhan keamanan
3.      Memenuhi kebutuhan keseimbangan cairan
4.      Memenuhi kebutuhan pengobatan dan membantu mempercepat penyenbuhan
Perosedur pelaksanaan
A.    Tahap pra interkasi
1.      Persiapan alat
a.       Kamar yang telah difoging
b.      Bed adjustabel
c.       Linen dan kimono steril
d.      Perlak
e.       Masker
f.       Tali sungkup
g.      Kain sungkup

2.      Persiapan pasien
a.       Pasien dalam keadaan tidak memakai baju
b.      Posisikan pasien dengan aman dan nyaman

3.      Persiapan perawat
a.       Baca catatan keperawatan
b.      Tentukan asisten atau mandiri
c.       Siapkan alat
d.      Cuci tangan

4.      Persiapan lingkungan
a.       Jaga perivacy pasien

B.     Tahap orientasi
1.      Berikan salam, panggila nama pasien atau keluarga dengan nama yang disukai
2.      Jelaskan tujuan, prosedur dan lama tindakan pada pasien atau keluarga

C.     Tahap kerja
1.      Beri kesempatan pada pasien atau keluarga sebelum perosedir tindakan dimulai
2.      Menanyakan keluhan pada pasien atau keluarga
3.      Siapkan kamar pasang seperai pada kasur
4.      Pasang perlak dan stiklaken
5.      Atur posisi pasien dengan aman dan nyaman
6.      Pakaian pasien diganti dengan kimono
7.      Pasang tali sungkup pada bed
8.      Pasang kain sungkup diatas tali
9.      Petugas dan keluarga yang kontak langsung dengan pasien harus memakai masker
10.  Anjirkan sementara tidak menerima tamu atau tamu tidak boleh masuk
11.  Lakukan perawatan secara septik

D.    Tahap terminasi
1.      Evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan sesuai dengan tujuan yang diharapkan
2.      Beri penghargaan positif pada pasien
3.      Mengakhiri hubungan dengan baik
4.      Cuci tangan

E.     Hal-hal yang harus di perhatikan
1.      Teknik aseptik
2.      Menjaga kenyamanan lingkungan
3.      Batasi pengunjung

F.      Dokumentasi
1.      Catat pada status pasien yang telah dilakukan
2.      Respon pasien
3.      Waktu kegiata
4.      Paraf dan nama terang pasien



Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu )

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu ) Pengertian : 1.Pernafasan menghitung jumlah pernafasan ( inspirasi yang diikuti ekspresi selaman 1 menit. 2.Nadi menghitung frekuensi denyut nadi ( loncatan aliran darah yang dapt teraba yang terdapat di berbagai titik anggota tubuh melalui perabaan pada nadi, yang lazim diperiksa atau diraba pada radialis. 3.Tekanan darah melakukan pengukuran tekanan darah ( hasil dari curah jantung dan tekanan darah perifer )mdengan menggunakan spygnomanometer dan sttoskop. 4.Suhu mengukur suhu tubuh dengan mengguanakan termometer yang di pasangkan di mulut, aksila dan rektal. Tujuan : 1.Pernafasan a)Mengetahui kesdaan umum pasien b)Mengetahui jumlah dan sifat pernafasan dalam rentan 1 menit c)Mengikuti perkembangan penyakit d)Membantu menegakkan diagnosis
2.Nadi a)Mengetahui denyut nadi selama rentan waktu 1 menit b)Mengetahui keadaan umum pasien c)Mengetahui intgritassistem kardiovaskulr<

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam Pengertian : Merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien yang mengalami nyeri kronis. Rileks sempurna yang dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah menghebatnya stimulasi nyeri Ada tiga hal yang utama dalam teknik relaksasi : 1.Posisikan pasien dengan tepat 2.Pikiran beristirahat 3.Lingkungan yang tenang Tujuan : Untuk menggurangi atau menghilangkan rasa nyeri Indikasi : Dilakukan untuk pasien yang mengalami nyeri kronis
Prosedur pelaksanaan : A.Tahap prainteraksi 1.Menbaca status pasien 2.Mencuci tangan 3.Meyiapkan alat
B.Tahap orientasi 1.Memberikan salam teraupetik 2.Validasi kondisi pasien 3.Menjaga perivacy pasien 4.Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga