Langsung ke konten utama

Benalu Teh Fakta atau Mitos ?


Benalu Teh
Fakta atau Mitos ?
 
Apa yang terfikir jika anda mendengar nama benalu..? ternyata benalu yang satu ini sangat bermanfaat bagi kita. Pemahaman kita tentang benalu adalah tanaman kecil seukuran peredu yang tumbuh pada tanaman lain sebagai parasit yaitu memenfaatkan  tanaman lain atau inangnya itu untuk mendaptkan seluruh kebutuhan hidupnya. Sedemikian rupa sifat parasitnya itu sehingga pohon inangnya bisa kurus dan bahkan bisa mati oleh hisapan sibenalu. Pohon benalu akan tumbuh sehat segar diatas pohon inang yang mulai kurus dan merana dan akhirnya inangnya mati dan benalu itupun mati.

Jika itu pemahaman kita tentang benalu atau tanaman seperti itulah yang sering kita sebut benalu, maka setidaknya ada dua famili tanaman yang memiliki anggota dengan sifat seperti itu dan disebut benalu.
Pertama yang disebut famili Loranthaceae yang memiliki spesies-spesies antara lain sebagai berikut :
1.      Dendropthoe pentandar (L.) Miq.
Disebut pohon api-api atau Dedalu. Jenis benalu yang bisa tumbuh di berbagai pohon, merayap dipohon, buahnya merah.
Manfaatnya : untuk batuk, luka dan borok

2.      Helixanthera cylindrica (Jack) Dans.
Benalu ini tingginya bisa mencapai 3 meter,
Manfaatnya : sebagai bahan minuman penyegar

3.      Helixanthera parasitica (Lour)
Benalu ini tingginya bisa mencapai 1,5 meter.
Manfaatnya : sebagai obat sakit perut

4.      Loranthus sp. div
Disebut kemladean atau ambai-ambai.
Manfaatnya : untuk diare, obat cacing, cacar dan kanker

5.      Scurrula ferruginae (Jack) Dans
Manfaatnya : sebagai obat luka, penawar bisa dan malaria

6.      Scurrula parasitica L.
Manfaatnya : sebagai obat bengkak dan tekanan darah tinggi

7.      Scurrula philippensis (Cham.&Schlecht.) G.Don.
Manfaatnya : sebagai obat kumur

8.      Vicum antriculatum Burm.f.
Manfaatnya : sebagai obat demam

9.      Vicum ovalifolium Wall.ex.DC
Manfaatnya : sebagai obat nyeri saraf, gatal dan demam

Famili ini loranthaceae adalah famili benalu yang terbesar. Dibutuhkan banyak waktu untuk memiliki kemampuan membedakan spesies-spesies benalu ini. Kesulitan lain adalah tidak ada nama lokalnya sementara nama latinya sering memiliki beberapa sinonim.

Kedua yang disebut famili Santalaceae yang anggotanya tidak seluruhnya parasit, exs santalum album L., Cendana atau Sandalwood yang sama sekali bukan parasit. Sedangkan yang parasit dan dikenal sebagai obat hanya satu yaitu Dendroptrophe umbellata (Bl) Miq. Yang bisa disebut dalu-dalu, mendalu, kemendalu, benalu, mendalu api, akar api-api, telinga kera dan lain-lain. Kegunaanya untuk sakit kepala.

Jadi ada macam-macam benalu yang bisa digunakan sebagi obat dan ternyata satu spesies benalu bisa tumbuh diberbagai tumbuhan termasuk di pohon teh. Sedangkan satu tanaman inang, misalnya pohon teh bisa ditumbuhi beberapa jenis benalu. Satu jenis benalu memang bukan bisa tumbuh di semua tumbuhan tetapi sangat banyak jenis tumbuhan yang bisa di tumbuhi benalu tertentu. Karena semua benalu termasuk dikotil maka ia akan bisa tumbuh dihampir semua dikotil. Lalau persoalanya apa yang disebut benalu teh, benalu mangga, benalu jeruk, benalu duku dan benalu-benalu lain?

1.      Benalu teh
Berdasarkan pengertian diatas maka yang disebut benalu teh adalah benalu yang tumbuh di pohon teh, benalu duku adalah benalu yang tumbuh di pohon duku, begitu juga dengan benalu-benalu lain, apapun spesies benalunya. Jadi ada bermacam-macam benalu teh, bisa Dendrophthoe petandra, bisa Scurulla parasitica, bisa Laranthus sp.div. dan bisa lainya. Sebagai akibatnya kita bisa menemukan benalu teh dengan aun kecil bulat dan benalu teh dengan daun lebar panjang kerena memang lain jenisnya. Lalu bagai mana kita bisa mengenalinya ?

Jika kita menemukan benalu di pohon teh maka kita harus mendekatinya dan mempelajari ciri-ciri apakah dia termasuk spesies yang kita kehendaki atau bukan. Tapi kita harus terlebih dulu tahu ciri-ciri spesies yang kita kehendaki. Misalnya kita menginginkan benalu teh Loranthus sp. div., maka kita perlu mengetahui ciri-cirinya dan mencocokkan dengan benalu teh yang kita temukan. Rumit memang, itulah sebabnya benalu teh sangat rawan terhadap pemalsuan karena ciri-cirinya sangat beragam.

2.      Hasil penelitian
Penelitian kandungan berbagai jenis benalu pada satu inang dan pada berbagai inang. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan apakah zat yang terkandung pada benalu pada jenis yang sama, tumbuh pada tumbuhan inang yang berbeda, akan sama atau berbeda jenis ddan jumlah kandunganya. Penelitian ini berupa skeripsi yang berjudul; Keragaman Flavonoid Pada Tiga spesies benalu dendropthoe pentandra (L.) Miq., Macrosolen javanus Dans., dan Vicum articulatumBurm.f., dilakukan oleh Nofa Singitianawati dari Jurusan Biologi FMIPA UNIBRA.

Dalam penelitian ini tiga jenis benalu tersebut tumbuh di lima tanaman yaitu; Randu (Ceiba pentandra(L.) Gaertn), Salam (Syzygium polyantum(Weight) Walp), daun Wangkal (Albiziz procera (Roxb.) Benth.), Kliandra (Calliandra surinamensis Benth.) dan mangga (mangifera indica L.). Jenis-jenis flavonoid diamati menggunakan metode  KLT (kromatografi lapisan tipis) sehingga perbedaan kandungan dari konsentrasinya dapat diperbandingkan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis dan konsentrasi flavonoida pada Dendropthoe pentandra (L) Miq., Macrosolen javanus Dans., dan Vicum articulatum Burm.f. yang tumbuh pada inang yang sama, berbeda satu ssama lain. Sedangkan Dendrophtoe petandra (L.) Miq. Yang tumbuh pada lima inang yang berbeda juga memeiliki jenis dan kandungan flavonoid yang berada satu sama lain. Tetapi pada tiga jenis benalu tersebut yang tumbuh pada inang yang sama memiliki kandungan flavonoid tertentu yang sama yang berasal dari inangnya.

Sedangkan pada benalu yang sama yaitu Dendropthoe pentandra  (L.) Miq pada lima inang yang berbeda yang memiliki kandungan flavonoid tertentu yang sama, yang tampaknya di tentukan oleh benalunya. Selain itu pada semua benalu yang tumbuh pada inang yang mampu memiliki kandungan flavonoid yang sama yaitu quercitrin dan flavonoid J7’ yang tampaknya merupakan kandungan khas yang ada pada kebanyaka jenis benalu.
     
Jenis inang yang sama, misalnya pohon teh,tetepi jenis benalunya berbeda, maka kandungan zat dalam benalu berbeda. Jenis benalu yang sama, misalnya Laranthus sp. div. Tetapi jenis inang berbeda, misalnya mangga dan teh, juga berbeda kandungan zat dalam benalunya. Tetapi jenis benalu yang sama meskipun inang berbeda, terdapat beberapa kandungan zat yang sama yang merupakan zat yang khas benalunya.sedangkan jenis inang yang sama meskipun benalu berbeda, terdapat beberapa kandungan zat yang sama yang berasal dari inangnya. Selain itu terdapat zat-zat yang sama pada kebanyakan jenis benalu.

Perbandingan Daya Hambat Benalu Duku Dengan Benalu Teh Terhadap Sel Kenker

Penelitian ini bermaksud membedakan daya hambat benalu duku dan benalu teh terhadap sel kanker mieloma dengan membandingkannya dengan metrotreksat. Judul penelitian Pengkajian Kemampuan Hambatan Pertumbuhan Sel Kenker Mieloma secara In Vitro antara Meserasi Benalu Duku Dan Benalu Teh Dibandingkan Dengan Metrotreksat. Penelitian ini dilakukan oleh Tim Peneliti yang terdiri dari Ratna Sofari Munir, Mochamad Lazuardi Dan Rostanita Indrawati Dari Lembaga Penelitian Universitas Airlangga, Surabaya, tahun 1999.

Benalu yang digunakan dari famili Loranthaceae dengan jenis Dendrophtheoe sp. yang sering tumbuh di pohon teh dan pohon duku. Metode ekstraksi yang di gunalkan adalah meserasi. Sel kanker yang di gunakan adalah sel kanker yang berasal dari jaringan mieloma. Perbandingan yang digunakan adalah metrotreksat, suatu obat sintetis untuk menghambat sel kanker. Parameter yang diamati adalah penghambatan pertumbuhan sel kanker mieloma.

Hasil penelitian menunjukan :
1.      Kemampuan hambatan pertumbuhan sel kultur mieloma oleh ekstrak meserasi benalu duku lebih rendah dibandingkan meterotreksat.
2.      Kemampuan hambatan pertumbuhan sel kultur mieloma oleh ekstrak meserasi benalu teh lebih tinggi dibandingkan meterotreksat.
3.      Kedua jenis ekstrak benalu menunjukan kemampuan untuk menghambat sel kanker mieloma.
Penelitian serupa dilakukan oleh tim yang sama tetapi perbedaanya bahwa ekstrak yang digunakan berasal dari infus bukan meserasi seperti diatas. Judul Studi Antiproliferatif Infus Benalu Duku terhadap Sel Knker secara In Vitro, dilakukan tahun, 2000.
Hasil penelitian menunjukan :
1.      Daun benalu duku yang disari dengan cara infus pada konsentrasi 10% telah mampu memberikan daya hambat pertumbuhan sel kultur mieloma.
2.      Kemampuan hambat pada sel mieloma pemberian infus benalu duku konsetrasi 10% lebih kecil dari benalu tehkonsentrasi 10%.
3.      Infus benalu duku pada konsetrasi yang ditinggikan 20%,30% dan 40% memberikan daya hambat pertumbuhan sel kenger mieloma yang sama dengan benalu teh pada konsetrasi yang sama.
Dari penelitian diatas memang terbukti bahwa benalu teh efektif untuk menghambat sel kanker. Tetapi terdapat beberapa faktor yang menentukan efektivitasnya diantara konsentrasi dan cara ekstraksi. Tetapi terdapat faktor lain yang juga menentukan yaitu jenis benalunya. Disebutkan jenis benalu yang di uji adalah dari famili Loranthaceae dengan jenis Dendrophthoe sp. jadi terdapat tiga faktor yang menentukan yaitu jenis benalu teh, konsentrasi (atau dosis) yang di gunakan dan cara mengolahnya (merebusnya).
Dari tiga faktor tersebut yang paling sulit adalah berkaitan dengan jenis. Pemahaman awam tentang jenis-jenis benalu yang bisa tumbuh di pohon teh memang kurang, sementara banyak pihak memanfaatkan kekurangan ini dengan menawarkan ‘benalu teh palsu’ yang sering bukan benalu teh bahkan bukan benalu, yang di jual kering dalam bungkusan. Padahal seharusnya kita memilih, diantara berbagai benalu teh mana, yang akan kita gunakan, apakah Dendropthoe petandra (L) Miq. atau Macrosolen javanus Dans. atau Vicum articulatum Burm.f.
Kegagalan kita memilih yang benar, mengolah secara bebar dan memberikan dosis yang benar itulah yang menyebabkan kita merasakan ‘fakta sebagi mitos’. Sebaliknya bila kita bisa memilih dengan benar, mengolah secara benar dan memberikan dosis yang benar, maka benalu teh bukan lagi mitos, tetapi fakta (wepe).

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu )

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu ) Pengertian : 1.Pernafasan menghitung jumlah pernafasan ( inspirasi yang diikuti ekspresi selaman 1 menit. 2.Nadi menghitung frekuensi denyut nadi ( loncatan aliran darah yang dapt teraba yang terdapat di berbagai titik anggota tubuh melalui perabaan pada nadi, yang lazim diperiksa atau diraba pada radialis. 3.Tekanan darah melakukan pengukuran tekanan darah ( hasil dari curah jantung dan tekanan darah perifer )mdengan menggunakan spygnomanometer dan sttoskop. 4.Suhu mengukur suhu tubuh dengan mengguanakan termometer yang di pasangkan di mulut, aksila dan rektal. Tujuan : 1.Pernafasan a)Mengetahui kesdaan umum pasien b)Mengetahui jumlah dan sifat pernafasan dalam rentan 1 menit c)Mengikuti perkembangan penyakit d)Membantu menegakkan diagnosis
2.Nadi a)Mengetahui denyut nadi selama rentan waktu 1 menit b)Mengetahui keadaan umum pasien c)Mengetahui intgritassistem kardiovaskulr<

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam Pengertian : Merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien yang mengalami nyeri kronis. Rileks sempurna yang dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah menghebatnya stimulasi nyeri Ada tiga hal yang utama dalam teknik relaksasi : 1.Posisikan pasien dengan tepat 2.Pikiran beristirahat 3.Lingkungan yang tenang Tujuan : Untuk menggurangi atau menghilangkan rasa nyeri Indikasi : Dilakukan untuk pasien yang mengalami nyeri kronis
Prosedur pelaksanaan : A.Tahap prainteraksi 1.Menbaca status pasien 2.Mencuci tangan 3.Meyiapkan alat
B.Tahap orientasi 1.Memberikan salam teraupetik 2.Validasi kondisi pasien 3.Menjaga perivacy pasien 4.Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga