Rabu, 15 Juni 2011

HEPATITS TOKSIK


HEPATITS TOKSIK
Hepetitis yang disebabkan oleh zat-zat kimia tertentu yang memiliki efek toksik pada hati dan bila diberikan per oral atau secara parenteral dapat menimbulkan nekrosis sel hati yang akut atau hepatitis toksik. Zat kimia yang paling sering terlibat dalam kelainan ini adalah karbon tetraklorida, fosfor, klorofrom dan senyawa emas. Semua substansi ini merupakan hepatoksik saja.
1.      Manifestasi kelinis dan penatalksanaan
Hepatitis toksik merupakan awitan yang menyerupai awitan hepatitis virus. Mendapatkan riwayat pajaajnatau kontak dengan zat-zat kimia, obat atau pereparat lain yang bersifat hepatoksik akan membantu dalam memulai terapi terpai dan menghilangkan penyebab secara dini. Anoreksia, mual dan muntah merupakan gejala yang sering dijumapai, ikterus dan hepatimegali ditemukan pada pemerikasaan fisik. Gejala kan lebih intensif bagi pasien toksik yang lebih berat.

Pemulihan dari hepatitis toksik yang akut berjalan cepat jika hepatoksik dikenali dan dihilangkan secara dini atau jika kontak dengan penyebabnya terbatas. Namun demikian, pemulihan cendrung tidak terjadi bila antara pajaan dan awitan gejala terdapt periode waktu yang panjang. Antidot yang efektif tidak ada. Gejala panas bertmbah, pasien menjadi sangat keracunan dan lemah. Muntah dapat persisten dan mengandung darah. Kelainan pembekuan dapat berlangsung hebat sehingga tampak perdarahan dibawah kulit. Gejala gastrointestinal yang berat dapat menimbulkan kolaps vaskuler. Delirium, koma serta kejang akan terjadi dan biasanya pasien meninggal dalam waktu beberapa jam akibat gagal hati fulminan.

Selain transplantasi hati yang masih sangat jarang dilakukan, tersedia beberapa pilihan terapi yang lain. Terpai ditujukan pada tindakan untuk memulihkan dan memperthankan keseimbangan cairan serta elektrolit, penggantian darah, memberikan perasaan nyaman dan tindakan pendukung. Beberapa pasien pulih dari hepatitis toksik yang akut untuk kemudian mengalami penyakit hati yang keronis. Jika hati mengalami penyembuhan, maka jaringan parut akan terbentuk dalam hati yang diikuti oleh sirosis pasca-nekrotik.

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.