Senin, 20 Juni 2011

MANFAAT ALANG-ALANG


MANFAAT ALANG-ALANG
Hampir setiap orang kenal dengan apa itu alang-alang atau ilalang. Tanaman yang menguasi semua permukaan tanah didaerah tropis yang terbuka ini memeng sangat dikenal dengan keburukanya. Sifatnya yang menguasai semua tanah terbuka menyebabkan tanaman ini ini mempunyai nama ‘imperat’ dan karena batang bulat panjang maka digunakan penciri ‘cylindica’, sehingga nama latinya menjadi imperan cylindica.


Si Penguasa
Keburukan tumbuhan ini adalah sebagai gulma yang tidak mau membiarkan lahan terbuka tapi segera menguasainya sehingga penuh ditumbuhi daun-daun panjang. Batangnya yang panjang menjulur kedalam tanah dan tumbuh kait mengait satu sama lain menjadikan lahan sulit untuk diolah. Batangnya yang terputus oleh cangkul atau mesin bajak tidak akan tinggal diam tetapi akan tumbuh lagi ddan menguasi lahan. Banyak unsur hara tanah yang diperuntukkan para petani untuk tanaman produksinya, tercuri ilalang. Tanaman menjadi kurus tetapi olalang menjadi subur.
Tanaman penguasa ini tidak mudah mati. Kekerangan nutrisi tanah hanya akan menyebabkan kerdil, tetapi tidak mati. Tumbuhan lain lebih dulu akan mati karena kekurangan air dan unsur hara, tetapi tumbuhan ini tetap bertahan. Sabit boleh memotong tumbuhan ini dibagian atas permukaan tanah, tetapi bagian bawahnya akan segera hidup dan tumbuh lagi. Api boleh membakar daun dan batngnya, tetapi akan dan batang bawah tanah masi tetap hidup. Tetapi manusia yang ‘pintar’ ini telah menemukan bahan kimia yang mampu membunuh alang-alang tuntas sampai keakar-akarnyayang disebut herbisuda sistemik. Sanyang sekali tindakan ini salah satu upaya bunuh diri masal. Herbisida sistemik ini mampu masuk kesel-sel ‘si penguasa’ yaitu alang-alang dan membunuhnya, tetapi kemudian juga masuk ketanaman yang ditanami dilahan itu lalu masuk keperoduk tanaman yang dimakan manusia dan akhirnya masuk, meracuni dan bertahan ditubuh manusia menciptakan efek yang karsinogenik, teratogenik dan ganguan metabolisme yang mendorong terjadi chronic fatigue syindrom, diabetes mellitus, hyperuricemia, hyperlipidemia dan lain-lain.
Keburukan Atau Keajaiban ?
Sifatnya yang seperti dilahan–lahan yang terbuka terjadi karena bijinya yang di sebarkan oleh angin dan hanya akan tumbuh dan berkembang pada daerah yang cukup matahari. Lahan-lahan yang terlindung oleh pepohonan atau tanaman penutup tanah (cover crops) tidak sesuai untuk pertumbuhan. Disini tampak bahwa dibalik sifat buruknya tamapak kebalikanya, karena sifatnya yang segera menutup tanah yang terbuka ini menyebabkan lahan-lahan yang terbuka segera terlindung terhadap pukulan air hujan. Selain berkurangnya pukulan ari hujan oleh perlindungan daun alang-alang, aliran air hujan (run off) di permukaan juga dihambat menjadi lebih pelan. Berkurangnya pukulan air hujan dari angkasa dan melambatnya aliran permukaan menjadikan berkurangnya erosi yang sangat merugikan. Jadi alang-alang adalah pasukan alamiah yang akan segera bekerja keras melindungi tanah terhadap bahaya erosi. Inilah salah satu keajaiban ‘si penguasa’ ini.
Pendarahan
Keajaiban lain dari si penguasa ini adalah bahwa ia sangat bermanfaat sebagai obat. Kita temukan akar alan-alang yang masih segar di supermarket-supermarket. Ibu-ibu yang ‘mengerti’ akan membeli akar ini dan menyimpanya dikulkas, untuk apa ? ketika haid tidak berhenti padahal seharusnya sudah berhenti atau haid berlebihan maka akar alang-alang ini akan direbus dana airnya yang agak manis ini diminum. Selai itu jiaka ada anggota keluarga mengaami ‘panas dalam’ atau demaam apapun, akar alang-alang akan direbus dan airnya diminum. Beberapa banyak dibutuhkan ? cukup 30 gram segar atau 10-15 gram kering di rebus dengan 4 gelas air air menjasi 2 gelas, minum 2 kali sehari satu gelas.
Tetapi ibu yang lebih cerdik akan merekayasa lebih jauh menjadi sup denga cara menggunakan air rebusan akar alang-alang menjadi kuah sup atau kuah capcai. Jadi sesugah akar alang-alang direbus, airnya disaring, lalu masukan kedalam panci untuk membuta sup. Selain itu air rebusan akar alang-alang ini juga dapt dibut minuman segar dengan gula dan es untuk gejala ‘panas dalam’.
Air rebusan atau air air tumbuhan akar segar memang sudah bisa digunakan dan terbukti secara empiris untuk mengobati berbagai bentuk perdarahan selain haid berlebihan. Contohnya untuk mimisan dan air kemih yang bercampur darah, akar alang-alang terbukti manjur dengan efek yang segera. Cara menggunakanya sama denga di atas yaitu rebus 15 gfam akar kering dengan 4 gelas air jadikan 2 gelas dan minum pagi dan sore hari masing-masing 1 gelas. Tentunya jika tersedia dirumah, seiring dengan majunya teknologi dan pengetahuan kini tersedia kapsul akar alang-alang di pasaran dan sangat mudah untuk didapatkan dan tentunya mempermuda mengkonsumsinya karena dapat diminum sewaktu-waktu dan dimana saja. Cukup mudah untuk pemberian dosisnya yaitu dengan mengkonsumsi 3 kali sehari 1-2 kapsul sesuai denga kebutuhan.
Efek Farmakologi
Bagai mana cara kerja zat-zat yang ada pada tanaman alang-alang ini belum ada yang tahu hingga saat ini. Kesimpulan pengamatan empiris, pengujian laboratorium, analisis kimia dan uji pra klinis yang ada telah menyimpulkan efek farmakologi akar alang-alang bersifat sebagai diuretikum, antipiretik (menurunkan panas), hemostatik (menghentikan atau mengurangi perdarahan) dan mampu mengurangi rasa haus. Cara kerja bagai mana sehingga memiliki efek demikian ? tampaknya sifat konstruktif akar alang-alang dalam memperbaiki sel itulah yang mampu menciptakan sel-sel sehat.
Hepatitis Akut
Kemampuan akar alang-alang mengobati hepatitis akut menular bisa jadi karena sifatnya yang memperkuat sel hati sehingga virus hepatitis sulit menembus masuk sel yang mengakibatkan virus tidak berkembang dan akhirnya terbuang dari tubuh. Pengalaman penggunaan akar alang-alang untik mrngobati hepatitis akut menjadika akar alang-alang cukup penting, mengingat banyaknya tanaman obat untuk hepatitis justru lebih cocok untuk hepatitis kronis.
Saluran Kemih dan Ginjal
Untuk penyakit gangguan saluran kemih seperti kencing nanah dan rajasinga akar alang-alang terbukti efektif, tetapi jelas bukan karena bersifat anti biotik tetapi lebih kepada sifatnya yang memperkuat sel pada saluran kemih dan sifat diuretik. Efek penyembuhanya tentu lebih cepat jika digabungkan denga tanaman anti biotik seperti sambiloto.
Kemampuan tanaman obat ini mengobati radang ginjal akut tampaknya sejalan dengan sifatnya yang mengibati perdarahan karena memperkuat sel pembuluh darah terutama pada bagian endotel dari pembukuh darah sehingga mencegah perbesaran butir-butir darah merah. Sementara kita ketahui bahwa fungsi ginjal sangat ditentukan oleh kerja pembukuh darah dan pembukuh nefron di ginjal. Dengan membaiknya pembuluh darah dan pembuluh nefron karena efek ekstrak akar alang-alng ini maka ginjal dengan segera secara bertahap membaik.
Fungsi akar alang-alang sebagai obat radang ginjal akut ternyata menlengkapi fungsi tapakliman yang terutama untuk radang ginjal kronis, sehingga kedua tanaman obat ini bisa saling melengkapi sesuai dengan kebutuhan penderita.
Keistimewaan Lain
Nah itu dia keajaiban-keajaiban si penguasa ini, tanama yang dikenal dengan spesiesnya impera cyilindica, yang termasuk genus impera, ordo graminae dan kelas monocotyledone ini memang jelas bukan sampah. Ia pelindung tanah. Penhambat banjir, obat untuk manusia dan selama berabad-abad digunakan sebagai atap rumah. Banyak suku di Indonesia merasa sangat nyaman dan nyaman beratapkan ‘rumbia’ yang umumnya berupa daun dan batang alang-alang. Ia mampu melindungi manusia dari terpaan hujan, terik matahari dan ancaman binatang buas.
Tetua adat suku Badui dengan bijak melarang masyarakat mencabut alang-alang yang tumbuh disela-sela padi dengan alasan alang-alang menjadi tempat bersandar padi pada waktu berbuah. Kebijakan ini ternyata berdasarkan karena alang-alang dan gulma menjadikan pertahanan menjadi polikultur sehingga terhindar dari serangan hama dan penyakit secara berlebihan. Sehingga tumbuhan lain menjadi ‘ssandaran’ terhadap beban serangan hama dan penyakit. Sementara itu alang-alang yang tumbuh diantara padi ladang ini terutama bukan berasal dari sisa akar lama yang sudah dibersihkan, tetapi dai biji yang di terbangkan oleh angin, sehingga perakaranya dangkal dan dapat bersaing secara seimbang dengan padi tanpa harus mematika padi. Pertimbangan ii tentu dimengerti oleh masyarakat karena alasan mereka bertani ‘secara organik’ ini adalah untuk mencukupi kebutuhan makan sepanjang tanah dan bukan untuk menjadi kaya (wepe)
Di kutip dari majalh Herba

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.