Jumat, 22 Juli 2011



LAPORAN PENDAHULUAN

Asuhan Keperawatan
Pada Pasien Bpk “SCS” dengan Disfagia
 di Bangssal Dahlia Ruang THT RSUP Dr Sardjito DIY
Periode tanggal 27 Juni 2011 s/d 16 Juli 2011

 







Oleh :


Ahmad Irfankhan Hamim Sutopo

1509003


Pembimbing Pendidikan


(................................)








LEMBAR PENGESAHAN


Praktek Klinik
Keperawatan Medikal Bedah III 

Pada Pasien Bpk “SCS” dengan Disfagia
 di Bangssal Dahlia Ruang THT RSUP Dr Sardjito DIY
Periode tanggal 27 Juni 2011 s/d 16 Juli 2011






Oleh :


Ahmad Irfankhan Hamim Sutopo
1509003


Yogyakarta, ......................2011


Pembimbing Lapangan                                                                       Pembimbing Pendidikan
                                                                                                                 

(...............................)                                                                           (..................................)







LAPORAN PENDAHULUAN
DISFAGIA


DEFINISI
Kantong kerongkongan (Divertikula) merupakan penonjolan kerongkongan abnormal, yang kadang menyebabkan kesulitan menelan.
Ada tiga jenis kantung esofagus :
  1. Kantong Faringeal atau divertikulum Zenker
  2. Kantong Midesofageal atau divertikulum traksi
  3. Kantong Epifrenik.
Disfagia adalah gejala kesulitan menelan. Kesulitan menelan dapat disebabkanketidakmampuan mengunyah, membentuk dan memindahkan bolus makanan kedalam oesophagus melalui orofaring.PenyebabLesi anatomik atau mekanis yang menyebabkan difagia meliputi inflamasi faringeal(abses, inflamasi polip, granuloma eosinofilik oral), retrofaringeal, neoplasia,sialocele, gangguan sendi temporomandibular, cleft palatum, fraktur mandibula,trauma faringeal.Rasa sakit bisa diakibatkan penyakit dental, trauma mandibular, stomatitis danglossitis, inflamasi faring yang juga menggangu proses pembentukan bolus danmenelan.Gangguan neurologi juga mengganggu proses mengunyah, pembentukan bolusmakan dan menelan (idiopathic trigeminal neuropathy dan lingual paralisis SK XII).Myastenia gravis dan infeksi polimyositis juga menyebabkan terjadinya disfagiakarena paresis, paralisis dan kelemahan faringeal.Pada anjing muda umumnya disebabkan menelan atau memakan benda asing danmenyebabkan kerusakan trauma, pada kucing muda biasanya karena inflamatorypolips.PatofisiologiKesulitan menelan dapat disebabkan obstruksi mekanis pada rongga mulut ataufaring, disfungsi neuromuskular menyebabkan gerakan menelan lemah daninkoordinasi, rasa sakit saat mastikasi atau menelan.

PENYEBAB
Setiap jenis kantong kerongkongan memiliki penyebab yang berbeda, tapi kemungkinan semuanya berhubungan dengan penelanan dan relaksasi otot yang tidak terkoordinasi, seperti yang terjadi pada kelainan akalasia dan kejang kerongkongan yang tersebar.
Gangguan menelan adalah gejala terjadinya gangguan/kegagalan untuk mentransfer makanan dari rongga mulut ke arah lambung. Gejalanya bisa ringan sehingga tidak begitu disadari oleh penderita, sampai gejala berat, sehingga makanan sama sekali tidak dapat masuk ke lambung.
Oleh karena itu gangguan tersebut diatas, “intake” makanan akan berkurang sehinbgga penderita makin kurus. Tidak jarang gangguan menelan dapat menimbulkan gejala tersedak, karena makanan masuk ke dalam jalan nafas (aspirasi paru). Lebih lanjut akan menimbulkan infeksi paru (pneumonia aspirasi) yang dapat berakibat fatal. Gangguan menelan dapat terjadi pada anak-anak, orang dewasa atau usia lanjut.
Penyebab gangguan menelan dapat bermacam-macam, yaitu adanya gangguan pada susunan syaraf pusat (stroke, tumor otak, dll).
Gangguan sistem neuromuskuler yang berperan dalam proses menelan (akibat kencing manis, penyakit syaraf, dll), adanya gangguan sumbatan mekanik di rongga mulut, faring, laryng dan esophagus (pada anak amandel yang besar, radang atau tumor pada lidah, tenggorokan atau jalan makanan).
Penderita gangguan menelan ini sering melibatkan beberapa disiplin ahli, yaitu : ahli THT, Saraf, Gizi, dan Gigi Mulut.
Saat ini RS Khusus THT-Bedah Proklamasi sudah mengembangkan “Klinik Gangguan Menelan” dengan metode mutakhir terpadu.
Diagnosis ditegakkan dengan menggunakan alat modern endoscopic fiber optic nasofaringoscope, melakukan pemeriksaan FEES.

GEJALA
Kantong yang besar dapat terisi dengan makanan yang kemudian bisa dimuntahkan pada saat penderita berbaring atau membungkuk. Hal ini dapat menyebabkan makanan terhirup ke dalam paru-paru ketika tidur dan terjadilah pneumonia aspirasi. Kadang kantung kerongkongan ini bisa membesar dan menyebabkan kesulitan menelan.
  1. Sering menelan makanan terlalu cepat, atau akibat sering makan dengan porsi suap yang terlalu besar
  2. Kurang minum air saat makan
  3. Sering makan sembari berbaring
  4. Mengalami gangguan atau cidera yang memengaruhi otot atau syaraf, seperti pernah mengalami stroke atau penyakit Parkinson
  5. Bisa jadi ada kerusakan pada esofagus alias kerongkongan, seperti jaringan yang terluka akibat asam dari lambung
  6. Mengalami gangguan kesehatan yang menyebabkan tekanan pada kerongkongan, seperti pembengkakan hati dan tiroid.


DIAGNOSA
Untuk menegakkan diagnosis kantong kerongkongan, biasanya dilakukan pemeriksaan sineradiograf yang dilakukan selama penderita menelan barium.
Diagnosis Banding :
  1. Anamnesis :
-          Nyeri ditengorokan
-          Resiko infeksi
-          Sindrom defisit self care
-          Kurang pengetahuan
-          Ketidak seimbangan nutrisi

  1. Pemeriksaan :
FEES (Flexible Endoscopy Evaluation of Swallowing). Pemeriksaan FEES adalah prosedir pemeriksaan yang bertujuan menilai proses gangguan menelan, dilanjutkan dengan tindakan atau maneuver (mengatur posisi), terapi untuk mengatur pola makan berdasarkan hasil pemeriksaan awal. Pemeriksaan FEES ini dilakukan dengan makan makanan berbagai konsistensi. Didampingi oleh dokter Rehabilitasi Medik dan ahli Gizi sehingga dapat dilakukan pengobatan dan dilatih maneuver (posisi) yang diperlukan supaya penderita menelan dengan aman, sehingga resiko aspirasi ke paru dapat dihindari.
1.      Penderita stroke, atau pasca stroke dan kelainan saraf lain yang menimbulkan gangguan menelan.
2.      Penderita usia lanjut dengan gangguan menelan.
3.      Penderita kanker kepala leher sesudah menjalani operasi, radiasi atau kemoterapi dengan gangguan menelan.
4.      Penderita tumor di daerah kepala leher sehingga terjadi gangguan menelan.
5.      Penderita yang sering mengalami tersedak makanan sehingga mengalami radang paru (Pneumonia Aspiration)

  1. Pemeriksaan tambahan :
v  Pada X foto torax

Terapi :
-          Operasi : divertikulektomi divertikulum zangker dan krikopanringeal piotomo
-          Ranitidin 2x1 /12 jam (IV)
-          Ceftriaxone 2x1/12 jam (IV)
-          Cefitaxime 1x1 / 12 jam (IV)
-          Lactolac 1x2 sdm (oral)

ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
Keluhan yang spesifik :
-          Adanya nyeri ditengorokan
-          Tidak bisa menelan
-          Bagian post op gatal
-          Kemampuan menelan hilang
Pemeriksaan :
-          Tengorokan dipalpasi kemungkinan dan biasanya ada massa.
-          Nyeri tekanan pada tenggorokan
Pemeriksaan tambahan :
v  Pada bagian tengorokan dilakukan foto torax

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Nyeri berhubungan dengan ketidak mampuan menelan
2.      Resiko infeksi berhubungan dengan agen injuri biologis (post op)
3.      Sindrom defisit self care berhubungan dengan proses penyakit
4.      Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi
5.      Ketidak seimbangan nutrisi  kurang dari kebutuhan tubuh

INTERVENSI KEPERAWATAN

Memberikan rasa nyaman
  1. Mengurangi rasa nyreri
Ø  Beri aspirin/analgesik sesuai instruki
Ø  Atur posisi
Ø  Beri sedatif sesuai indikasi
Mencegah penyebaran infeksi
Ø  Ganti balutan tiap hari  sesuai keadaan
Ø  Observasi tanda – tanda infeksi lokal
Ø  Ajarkan klien tentang pengobatan
Ø  Amati penyebaran infeksi pada luka post op
Monitor gangguan sesori
Ø  Catat status kemampuan menelan
Ø  Perhatikan droping wajah unilateral atau mati rasa karena perlukaan (injuri) saraf tengorokan
Ø  Ajarkan klien mengganti balutan dan menggunakan antibiotik secara kontinu sesuai aturan
Ø  Beritahu komplikasi yang mungkin terjadi dan bagaimana melaporkannya
Ø  Tekankan hal – hal yang penting yang perlu di follow up,evaluasi kemampuan menelan.
Terapi medik
Ø  Antibiotik
Ø  Pengeluaran debris dan drainase pus untuk melindungi jaringan dari kerusak.
Interfensi bedah
Ø  Indikasi jika terdapat divertikulektomi divertikulum
Ø  Indikasi jika terjadi nyeri tenggorokan
Ø  Tipe prosedur
§  Simpel divertikulektomi divertikulum zangker
§  Krikopariengal piotomi



Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.