Langsung ke konten utama

SATUAN ACARA PENYULUHAN HIPERTENSI

SATUAN ACARA PENYULUHAN
HIPERTENSI

MATERI : Keperawatan Komunitas
POKOK BAHASAN : Pengertian dan Perawatan Hipertensi
WAKTU : 45 menit
HARI/TANGGAL : Jumat 21 Mei 2010
TEMPAT : Rumah Kepala Dusun
SASARAN : Lansia Di dusun Sompokan
TARGET : Lansia Di dusun Sompokan
PENYULUH :


1. LATAR BELAKANG
Hipertensi merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat, oleh karena itu pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dan perawatannya dirumah merupakan informasi yang sudah selayaknya diketahui oleh masyarakat. Insiden hipertensi tinggi dan terus meningkat di masyarakat, selain itu komplikasi akibat penyakit hipertensi dapat berakibat fatal bagi penderita jika tidak mendapatkan pengobatan dan perawatan yang adekuat.
Dari hasil pendataan didapatkan Bp “H” dan Ibu “K” menderita hipertensi. Untuk itulah perawat berusaha memberikan informasi tentang penyakit hipertensii dan pengobatan tradisional untuk hipertensi.



2. TUJUAN PENYULUHAN
a. Tujuan Umum
Setelah selesai mengikuti penyuluhan tentang Hipertensi selama
1x 45menit lansia-lansia mampu melakukan perawatan pada penyakit hipertensi.

b. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang hipertensi selama 1 x 45 menit lansia-lansia dapat menyebutkan:
1) Pengertian hipertensi
2) Penyebab hipertensi
3) Tanda dan gejala hipertensi
4) Perawatan hipertensi

3. MATERI
Terlampir


4. METODE
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Diskusi dengan klien

5. MEDIA DAN ALAT
LCD, Leaflet, Poster






6. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

NO
WAKTU KEGIATAN
PENYULUH PESERTA
1.






2.












5 Menit





35 Menit













5 Menit Pembukaan
a. Salam pembukaan
b. Mengkomunikasikan maksud dan tujuan dari penyuluhan serta kontrak waktu

Kegiatan inti penyuluhan
a. Menjelaskan dan menguraikan materi tentang:
- Pengertian hipertensi
- Penyebab hipertensi
- Tanda dan gejala hipertensi
- Perawatan hipertensi
b. Memberikan kesempatan kepada klien untuk bertanya

c. Menjawab pertanyaan klien yang berkaitan dengan materi yang belum jelas.

Penutup
a. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan.



b. Melakukan evaluasi penyuluhan dengan pertanyaan secara lisan.

c. Mengakhiri kegiatan penyuluhan dengan mengucapkan salam
- Menjawab salam
- Memperhatikan dan mendengarkan penyuluh

- Memperhatikan penjelasan penyuluh dengan cermat





- Menanyakan hal-hal yang belum jelas.

- memperhatikan jawaban dari penyuluh.



- Memperhatikan keterangan kesimpulan dari materi penyuluhan yang telah disampaikan.
- Menjawab pertanyaan yang telah diajukan oleh penyuluh.

- Menjawab salam

7. Evaluasi Penyuluhan
Evaluasi penyuluhan dilakukan selama proses penyuluhan dan pada akhir proses penyuluhan. Cara evaluasi akan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan lisan.
i. Waktu : 5 menit
ii. Bentuk test : Essay
iii. Cara : Pertanyaan lisan

1) Sebutkan Pengertian hipertensi !
2) Sebutkan Penyebab hipertensi !
3) Sebutkan 1-2 dari tanda dan gejala hipertensi !
4) Sebutkan cara perawatan hipertensi !

















MATERI PENYULUHAN HIPERTENSI

A. PENGERTIAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)
Penyakit dimana tekanan darah batas atas (sistolik) lebih dari 160 mmHg, dan atau tekanan darah batas bawah (diastolic) lebih dari 90 mmHg.
B. PENYEBAB HIPERTENSI
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain:
• Keturunan.
Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.
• Usia
Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.
• Garam
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.
• Kolesterol
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol.
• Obesitas / Kegemukan
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.
• Stres
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.
• Rokok
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.
• Kafein
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
• Alkohol
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.
• Kurang Olahraga
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.

C.TANDA DAN GEJALA HIPERTENSI
> Tekanan darah naik (sistole >140 mmHg, diastole > 90 mmHg)
> Pusing, sakit kepala sebelah, berkunang-kunang.
> Mimisan
> Rasa berat di tengkuk
> Mudah lelah
> Sukar tidur

D. PERAWATAN HIPERTENSI
Dengan obat
Pengobatan dimulai ketika tekanan darah tetap diatas 85-89 mmHg dan tekanan sistolik 130-139 mmHg pada individu yang beresiko.
Selain obat
 Olahraga untuk menurunkan berat badan
 Pengurangan asupan garam
 Dengan cara memasak tanpa garam, menghindari makanan yang diasinkan, tidak menambah garam waktu makan.
 Menghindari makanan berlemak
Seperti daging, jeroan, alpukat, durian, hati, otak
 Tidak merokok
 Mengurangi minum kopi
 Menghindari stress

Jadi, empat hal yang penting dalam penanganan hipertensi :
 Kontrol teratur
 Minum obat
 Diet
 Olah raga

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu )

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu ) Pengertian : 1.Pernafasan menghitung jumlah pernafasan ( inspirasi yang diikuti ekspresi selaman 1 menit. 2.Nadi menghitung frekuensi denyut nadi ( loncatan aliran darah yang dapt teraba yang terdapat di berbagai titik anggota tubuh melalui perabaan pada nadi, yang lazim diperiksa atau diraba pada radialis. 3.Tekanan darah melakukan pengukuran tekanan darah ( hasil dari curah jantung dan tekanan darah perifer )mdengan menggunakan spygnomanometer dan sttoskop. 4.Suhu mengukur suhu tubuh dengan mengguanakan termometer yang di pasangkan di mulut, aksila dan rektal. Tujuan : 1.Pernafasan a)Mengetahui kesdaan umum pasien b)Mengetahui jumlah dan sifat pernafasan dalam rentan 1 menit c)Mengikuti perkembangan penyakit d)Membantu menegakkan diagnosis
2.Nadi a)Mengetahui denyut nadi selama rentan waktu 1 menit b)Mengetahui keadaan umum pasien c)Mengetahui intgritassistem kardiovaskulr<

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam Pengertian : Merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien yang mengalami nyeri kronis. Rileks sempurna yang dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah menghebatnya stimulasi nyeri Ada tiga hal yang utama dalam teknik relaksasi : 1.Posisikan pasien dengan tepat 2.Pikiran beristirahat 3.Lingkungan yang tenang Tujuan : Untuk menggurangi atau menghilangkan rasa nyeri Indikasi : Dilakukan untuk pasien yang mengalami nyeri kronis
Prosedur pelaksanaan : A.Tahap prainteraksi 1.Menbaca status pasien 2.Mencuci tangan 3.Meyiapkan alat
B.Tahap orientasi 1.Memberikan salam teraupetik 2.Validasi kondisi pasien 3.Menjaga perivacy pasien 4.Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga