Jumat, 28 Oktober 2011

Teknisi Google Bocorkan Kelemahan Google+



Google+ diterpa kabar buruk belakangan ini, dari trafik yang menurun sampai keengganan para eksekutif Google untuk memakai layanan jejaring sosial itu. Kini, kritikan keras terhadap Google+ malah datang dari pegawai Google sendiri.

Seorang teknisi Google tak sengaja membocorkan rahasia dan kelemahan Google+ di situs jejaring sosial. Steve Yegge, seorang teknisi Google, berniat untuk berbagi keluhan dan kritikannya atas Google+ kepada pegawai lainnya di Google+, namun ia tak sengaja malah mem-publish-nya ke sekira dua ribu follower-nya. Yegge mengkritik Google tak mengerti tentang platform sosial media.

“Satu hal yang tidak dilakukan dengan baik oleh Google untuk Google+ adalah platform. Kami tidak mengerti platform. Google+ adalah sebuah contoh utama kegagalan kami dalam memahami platform, mulai dari jajaran eksekutif Google tertinggi hingga karyawan terendah,” tulis Yegge di akun Google+.



Yegge menulis Google+ tampak menyedihkan. Google kekurangan application programming interface (API) saat rilis Google+ sehingga menyulitkan aplikasi web untuk masuk. Kala Facebook bekerja sama dengan pihak ketiga, Google malah berupaya mengendalikan tiap aspek Google+. Google+ pun gagal melawan Facebook.

“Facebook kita anggap sukses karena mereka membuat produk hebat. Namun bukan itu sebabnya. Facebook sukses karena mereka membangun kumpulan produk yang dibuat orang lain. Jadi, Facebook berbeda kegunaannya untuk tiap pengguna,” tulisnya.

“Beberapa orang memainkan Mafia Wars. Beberapa lagi memainkan Farmville. Terdapat ratusan atau mungkin ribuan pembunuh waktu yang berkualitas tinggi, sehingga ada sesuatu di Facebook untuk setiap orang,” jelas Yegge.

Seperti yang dikutip dari Mashable, Kamis (13/10/2011), setelah bocor, Yegge kemudia menulis postingan permohonan maaf. “Maksud dari postingan tersebut adalah untuk kalangan internal, namun malah terlihat untuk semua orang. Mungkin karena saya menulisnya sudah larut malam, dan juga saya juga bukan pengguna Google+ yang mahir,” pungkasnya.

Google+ adalah situs jejaring sosial milik Google yang belum lama diluncurkan. Banyak pihak yang memprediksi, Google+ dibuat untuk ‘menghantui’ Facebook yang kini sudah memiliki 700 juta pengguna. Pihak Google mengumumkan bahwa Google+ telah memiliki 40 juta pengguna, naik dua kali lipat dari jumlah pengguna tiga bulan yang lalu.

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.