Langsung ke konten utama

Terapi Aktivitas Kelompok

TOPIK : TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK BERFOKUS MASALAH HUBUNGAN SOSIAL


A. Latar Belakang
Adanya data bahwa di bangsal Shinta terdapat klien dengan masalah hubungan sosial
B. Landasan Teori
Menarik diri (withdrawal) adalah sikap seseorang yang berasal dari alam perasaan dan mempengaruhi hubungan sosial, interpersonal dan gambaran diri yang tidak stabil dan ditandai dengan perilaku impulsif yang terlihat dalam berbagai konteks, perilaku kompulsif ini ditunjukkan dengan karakteristik perilaku sebagai berikut:
a. Upaya yang penuh ketakutan untuk menghindari kenyataan.
b. Hubungan yang tidak stabil dan terlihat pada idealisasi yang bergantian dengan devaluasi.
c. Mengidentivikasi gangguan citra diri atau perasaan terhadap diri sendiri yang tidak stabil.
d. Impulsif yang sedikitnya dua hal yang bersifat merusak diri.
e. Afek yang labil.
(Standar Praktek Keperawatan RSJD DIY, 1997).
Terapi aktivitas kelompok (TAK) : sosialisasi (TAKS) adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial
C. Tujuan
1. Tujuan umum
Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara bertahap.
2. Tujuan khusus
Klien mampu menyampaikan topik pembicaraan tertentu dengan anggota kelompok:
a. Menyampaikan topic yang ingin dibicarakan
b. Memilih topic yang ingin dibicarakan
c. Member pendapat tentang topic yang dipiih

D. Sesi yang Digunakan
Dalam Terapi Aktifitas Kelompok Sosialisasi dilakukan 7 sesi yang melatih kemampuan sosialisasi klien, akan tetapi kelompok hanya melakukan sesi keempat yaitu: kemampuan bercakap-cakap topik tertentu.

E. Klien
Kriteria klien
1. Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi interpersonal
2. Klien dengan kondisi fisik yang dalam keadaan sehat (tidak sedang mengidap penyakit fisik tertentu seperti diare, thypoid dan lain-lain)

Karakteristik klien
1. Nn. SK : klien miskin bicara, afek klien tumpul, tenang, postuting, klien bisa tidur, klien tidak tampak ngobrol dengan temennya
Masalah keperawatan : isolasi social menarik diri
2. Nn.SU : klien kooperatif, tenang, afeknya tumpul, autistic, nonrealistic, waham kebesarannya masih ada, masih sering di tempat tidur
Masalah keperawatan : gangguan proses pikir waham kebesaran, kerusakan interaksi sosial
3. Ny. S : klien tenang,halusinasi dengarnya masih ada,waham curiganya masih ada, afeknya tumpul,autistic
Masalah keperawatan : Risiko Perilaku Kekerasan, Gangguan Proses Pikir Halusinasi Dengar, Gangguan Konsep Diri, Gangguan Proses Pikir Waham curiga
4. Ny. U : klien kooperatif, tenang, aktivitasnya mandiri, klien tidak tidur, klien menyatakan merasa minder
Masalah keperawatan :
5. Nn. Si : klien kooperatif, tenang, klien mengatakan merasa sedih, aktivitas klien mandiri, tidur klien cukup, klien tidak ad aide untuk bunuh diri
Masalah keperawatan :

Proses seleksi
1. Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
2. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
3. Mengumpulkan klien yng masuk kriteria.
4. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAKS, meliputi: menjelaskan tujuan TAKS pada klien, rencana kegiatan kelompok, dan aturan main dalam kelompok.

F. Kriteria Hasil
Evalusi struktur :
1. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan di tempat tertutup, dan memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan.
2. Klien dan terapis duduk bersama membentuk lingkaran.
3. Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan.
4. Alat yang digunakan dalam kondisi baik.
5. Leader, co-leader, fasilitator, observer berperan sebagaimana mestinya
Evalusi proses :
1. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal sampai akhir.
2. Leader mampu memimpin acara.
3. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
4. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.
5. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung jawab dalam antisipasi masalah.
6. Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompok.
7. Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal sampai akhir.
Evalusi hasil:
Diharapkan 70% dari kelompok mampu menyampaikan topik pembicaraan tertentu dengan anggota kelompok

G. Pengorganisasian
1. Leader, bertugas:
a. Mengkoordinasi seluruh kegiatan.
b. Memimpin jalannya terapi kelompok
c. Memimpin diskusi.
2. Co-Leader, bertugas :
a. Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan.
b. Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang.
c. Membantu memimpin jalannya kegiatan.
d. Menggantikan leader jika terhalang tugas.
3. Fasilitator, bertugas :
a. Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok.
b. Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan.
c. Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan kegiatan.
d. Membimbing kelompok selama permainan diskusi.
e. Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan.
f. Bertanggung jawab terhadap program antisispasi masalah.
4. Observer, bertugas :
a. Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu, tempat, dan jalannya acara.
b. Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua anggota kelompok dengan evaluasi kelompok.






H. Setting tempat









Keterangan :
: Leader : Fasilitator
: Observer : Klien


I. Proses Pelaksanaan

Sesi 4 : Kemampuan Bercakap- cakap Topik Tertentu

Tujuan
Klien mampu menyampaikan topik pembicaraan tertentu dengan anggota kelompok

Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal : 27 Oktober 2011
Waktu : 12.30 WIB
Alokasi waktu : Perkenalan dan Pengarahan (5 menit)
Permainan (5 menit)
Terapi kelompok (30 menit)
Penutup (5 menit)
Tempat : Bangsal Shinta, Rumah Sakit Jiwa Grhasia

Tim Terapis
Leader : Sani Ariaji Wicaksono
Co-Leader : -
Fasilitator : Elfani Febria Rahmawati
Observer : Endah Sulistiyani
Nama Peserta
1. Nn. SK
2. Nn. SU
3. Ny. S
4. Ny U
5. Nn. SiFrisilia
Alat
1. Papan tulis/flipchart/whiteboard dan alat tulis
2. Musik : kopi dangdut
3. Bola tenis
4. Buku catatan dan pulpen
5. Jadwal kegiatan klien

Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab

Langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan klien
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapetik
1) Salam dari terapis kepada klien
2) Klien dan terapis pakai papan nama

b. Evaluasi/validasi :
1. Menanyakan perasaan klien saat ini
2. Menanyakan apakah telah latihan bercakap-cakap dengan orang lain
c. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu menyampaikan, memilih dan member pendapat tentang topic percakapan
2) Menjelaskan aturan main berikut:
a) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok ( contonya ingin k kamar mandi) harus minta izin pada terapis terlebih dahulu
b) Lama kegiatan 45 menit
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

3. Tahap kerja
a. Jelaskan kegiatan yaitu music dihidupkan dan bola diedarkan berlawanan dengan arah jarum jam ( yaitu ke arah kiri) dan saat music dimatikan maka anggota kelompok yang memegang bola mandapat giliran untuk menyampaikan satu topik yang ingin dibicarakan.dimulai dari terapis sebagai contoh. Misalnya cara bicara yang baik, atau mencari teman
b. Lalu hidupkan music dan edarkan bola tenis berlawanan dengan arah jarum jam.
c. Pada saat music dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola mendapat giliran untuk menyampaikan satu topik yang ingin dibicarakan.dimulai dari terapis sebagai contoh. Misalnya cara bicara yang baik, atau mencari teman
d. Tuliskan pada flipchart / whiteboard topic yang disampaikan secara berurutan
e. Ulangi b, c dan d sampai semua anggota kelompok mendapat giliran
f. Hidupkan kembali music dan edarkan bola tenis.pada saat dimatikan, anggota yang memegang bola memilih topikyang disukai untuk dibicarakan dari daftar yang ada
g. Ulangi f sampai semua anggota memilih topik
h. Terapis membantu menetapkan topik yang paling banyak dipilih
i. Hidupkan kembali musiknya dan edarkan bola tenis.pada saat dimatikan, anggota yang memegang bola menyampaikan pendapat tentang topik yang dipiih
j. Ulangi h sampai semua anggota kelompok menyampaikan pendapat
k. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan
4. Terminasi
a. Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah TAK
2) Memberikan pujian atas keberhasilan
b. Tindak lanjut
1) Menganjurkan setiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang topik tertentu dengan orang lain pada kehidupan sehari-hari
2) Memasukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan harian klien
c. Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi
2) Menyepakati waktu dan tempat

Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAKS sesi 4, dievaluasi kemampuan secara verbal menyampaikan, memilih dan memberikan pendapa tentang topik percakapan serta kemampuan nonverbal dengan menggunakan formulir evaluasi sebagai berikut:




a. Kemampuan verbal : menyampaikan topik
No. Aspek yang dinilai Nama Klien

1. Menyampaikan topik dengan jelas
2. Menyampaikan topik secara ringkas
3. Menyampaikan topik secara relevan
4. Menyampaikan topik secara spontan
Jumlah

b. Kemampuan verbal : memilih topik
No. Aspek yang dinilai Nama Klien

1. Memilih topik dengan jelas
2. Memilih topik secara ringkas
3. Memilih topik yang relevan
4. Memilih topik secara spontan
Jumlah

c. Kemampuan verbal : memberikan pendapat
No. Aspek yang dinilai Nama Klien

1. Memberi pendapat dengan jelas
2. Memberi pendapat secara ringkas
3. Memberi pendapat yang relevan
4. Memberi pendapat secara spontan
Jumlah

d. Kemampuan nonverbal
No. Aspek yang dinilai Nama Klien

1. Kontak mata
2. Duduk tegak
3. Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai
4. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
Jumlah

Petunjuk
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk tiap klien, beri penilaian pada semua aspek dengan memberi tanda (√) jika klien mampu dan tanda (-) jika klien tidak mampu
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan, jika nilai 3 atau 4 klien mampu dan jika nilai < 2 klien belum mampu

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAKS. Contoh: kemampuan verbal menyampaikan dan memilih topic percakapan 3, kemampuan member pendapat 2, dan kemampuan nonverbal 2. Oleh karena itu, catatan keperawatan adalah :klien mengikuti TAKS sesi 4, klien mampu menyampaikan dan memilih topic percakapan, tetapi elum mampu. Dianjurkan untuk melatih klien bercakap-cakap dengan topic tertentu di ruang perawat ( buat jadwal).
DAFTAR PUSTAKA


http://darsananursejiwa.blogspot.com/2009/10/laporan-pendahuluan-perilaku-kekeraan.html
http://wayanpuja.blinxer.com/?page_id=203
Keliat, Budi Anna dan Akemat.2005.Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok.Jakarta:EGC

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
ISOLASI SOSIAL

Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik Keperawatan Jiwa II







Disusun oleh :
1. Elfani Febria Rahmawati NIM. P07120109010
2. Endah Sulistiyani NIM. P07120109011
3. Sani AriajI Wicaksono NIM. P07120109032



KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
2011

HASIL EVALUASI TAK PK SESI 5

I. Evaluasi Input
a. Tim berjumlah 3 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 fasilitator dan 1 observer
b. TAK dilakukan di Ruang Pertemuan Bangsal Shinta yang cukup luas, terdapat banyak jendela berteralis sehingga memiliki sirkulasi udara baik. Ruang makan telah tersedia meja dan kursi untuk meningkatkan kenyamanan peserta TAK.
c. Peralatan alat tulis dan obat untuk peraga telah tersedia
d. Tidak ada kesulitan memilih klien yang sesuai dengan kriteria dan karakteristik klien untuk melakukan terapi aktifitas kelompok sosialisasi, dari 8 klien PK dipilih 6 klien yang dianggap memenuhi kriteria.
II. Evaluasi Proses
a. Leader menjelaskan aturan main dengan jelas, yaitu bila peserta ingin BAK, peserta harus meminta izin terlebih dahulu, peserta harus mengikuti tiap kegiatan TAK yang akan dilakukan dan peserta harus mengikuti TAK sampai selesai.
b. Fasilitator mempersiapkan peralatan meliputi papan nama dan pulpen kemudian menempatkan diri di tengah-tengah klien kemudian menjelaskan proses kerja TAK
c. Observer menempatkan diri di tengah-tengah peserta dan dapat mengamati jalannya TAK.

III. Evaluasi Output
Setelah mengadakan terapi aktifitas kelompok PK dengan 6 klien yang diamati, hasil yang dicapai adalah sebagai berikut :
a. 83,3 % klien dapat menyebutkan keuntungan patuh minum obat
b. 100 % klien dapat menyebutkan akibat/kerugian tidak patuh minum obat
c. 66,67 % klien dapat menyebutkan lima benar cara minum obat




Evaluasi Proses
No. Nama Menyebutkan 5 benar minum obat Menyebutkan keuntungan minum obat Menyebutkan akibat tidak patuh minum obat
1. Nn. Ei V V V
2. Nn. D V V V
3. Ny. M - V V
4. Nn. F V V V
5. Ny. S V V V
6. Ny. W - - V


No Nama Warna obat Waktu minum obat Perasaan sblm minum obat Perasaan stlh minum obat
1 Nn. Ei Putih, kuning, merah muda Pagi, dan sore Tidak tenang Tenang
2 Nn. D Putih, jambon, kuning Pagi, siang dan malam gelisah Mendingan
3 Ny. M Putih, kapsul ijo semu kuning, merah muda Pagi, siang, malam Sulit tidur Lebih cepat tidur
4 Nn. F Putih, oren, merah muda Pagi, siang, malam Cemas, gelisah Tenang
5 Ny. S Abu-abu, putih, orange Pagi, siang dan malam gelisah Tenang
6 Ny. W Putih, orange Pagi, sore - Enak di badan

Catatan: saat TAK berlangsung, Nn. D mengganggu jalannya aktivitas. Nn. D membuat keributan dengan berteriak-teriak karena berselisih paham dengan Nn. Ei. Namun leader mampu menenangkannya dengan memindahkan posisi duduknya berjauhan dengan Nn. Ei





















KESIMPULAN

A. Tujuan TAKS yang tercapai
1. 83,3 % klien dapat menyebutkan keuntungan patuh minum obat
2. 100 % klien dapat menyebutkan akibat/kerugian tidak patuh minum obat

B. Tujuan TAKS yang tidak tercapai
66,67 % klien dapat menyebutkan lima benar cara minum obat

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu )

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu ) Pengertian : 1.Pernafasan menghitung jumlah pernafasan ( inspirasi yang diikuti ekspresi selaman 1 menit. 2.Nadi menghitung frekuensi denyut nadi ( loncatan aliran darah yang dapt teraba yang terdapat di berbagai titik anggota tubuh melalui perabaan pada nadi, yang lazim diperiksa atau diraba pada radialis. 3.Tekanan darah melakukan pengukuran tekanan darah ( hasil dari curah jantung dan tekanan darah perifer )mdengan menggunakan spygnomanometer dan sttoskop. 4.Suhu mengukur suhu tubuh dengan mengguanakan termometer yang di pasangkan di mulut, aksila dan rektal. Tujuan : 1.Pernafasan a)Mengetahui kesdaan umum pasien b)Mengetahui jumlah dan sifat pernafasan dalam rentan 1 menit c)Mengikuti perkembangan penyakit d)Membantu menegakkan diagnosis
2.Nadi a)Mengetahui denyut nadi selama rentan waktu 1 menit b)Mengetahui keadaan umum pasien c)Mengetahui intgritassistem kardiovaskulr<

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam Pengertian : Merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien yang mengalami nyeri kronis. Rileks sempurna yang dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah menghebatnya stimulasi nyeri Ada tiga hal yang utama dalam teknik relaksasi : 1.Posisikan pasien dengan tepat 2.Pikiran beristirahat 3.Lingkungan yang tenang Tujuan : Untuk menggurangi atau menghilangkan rasa nyeri Indikasi : Dilakukan untuk pasien yang mengalami nyeri kronis
Prosedur pelaksanaan : A.Tahap prainteraksi 1.Menbaca status pasien 2.Mencuci tangan 3.Meyiapkan alat
B.Tahap orientasi 1.Memberikan salam teraupetik 2.Validasi kondisi pasien 3.Menjaga perivacy pasien 4.Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga