Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2011

lp sirosis hepatitis

SIROSIS HEPATIS


A. Definisi
Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati, diikuti dengan proliferasi jaringan ikat, regenerasi sel-sel hati, sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati.

B. Etiologi
1. Malnutrisi
2. Alkoholisme
3. Virus hepatic
4. Kegagalan jantung yang menyebabkan bendungan vena hepatica
5. Penyakit Wilson
6. Hemokromatosis
7. Zat toksik

4. Tanda dan Gejala
A. Anoreksia, mual, muntah, dan diare
B. Demam, berat badan menurun, lekas lelah
C. Asites, hidrotoraks, dan edema
D. Ikterus, kadang-kadang urine menjadi lebih tua warnanya atau kecoklatan
E. Hepatomegali
F. Kelainan pembuluh darah; kolateral didinding abdomen dan toraks, kaput medusa, wasir, dan varises esophagus.
G. Kelainan endokrin: Impotensi, atrofi testes, ginekomasti, hilangnya rambut aksila dan pubis, amenore, hiperpigmentasi areola mamae, spider nevi dan eritema, hiperpigmentasi.


5. Patofisiologi
Pada penyakit hepar kronik seperti sirosis hati…

lp penomoni

PNEUMONIA

A. Definisi
Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat.

B. Etiologi
1. streptococcus pneumonia melalui droplet
2. Staphylococcus aureus melalui slang infuse
3. P. aerugenisa dan enterobakter melalui ventilator
4. H.Influenzae
5. Mycoplasma

C. Tanda dan Gejala
Gejala Bakterial/ Tipikal Non bacterial/
Atipikal Pola campuran
 Usia
 Awitan
 Gejala dominan

 Batuk
 Sputum
 Nyeri dada
 Konsolidasi
 Leukositosis
Foto dada
 Penyebab Lebih tua
Cepat
Konstitusional dan respirasi
Produktif
Purulen/berdarah
Sering
Sering
Segmen/lobar

Bakteri Muda
Lebih lambat
Konstitusional

Tidak
Negatif/mukoid
Jarang
Jarang
Tidak ada Interstitial, difus
Mikoplasma/virus/ jamur Lebih tua
Cepat
Konstitusional

Tidak menonjol
Dapat purulen
Sering
Jarang
Ringan, Var: Patchy infiltrate.
Bakteri-presentasi atipikal, tuberc…

LP Penumoni

INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)

I. PENGERTIAN
Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah infeksi akut yang terjadi pada saluran napas termasuk adneksanya. Akut adalah berlangsung sampai 14 hari, Adneksa yaitu sinus,rongga telinga dan pleura

II. KLASIFIKASI
Secara anatomis yang termasuk Infeksi saluran pernapasan akut :
ISPA atas : Rinitis, faringitis,Otitis
ISPA bawah : Laringitis ,bronchitis,bronkhiolitis,pneumonia.

III. ETIOLOGI
1. Virus Utama : - ISPA atas : Rino virus ,Corona Virus,Adeno virus,Entero Virus
- ISPA bawah : RSV,Parainfluensa,1,2,3 corona virus,adeno virus
2. Bakteri Utama : Streptococus,pneumonia,haemophilus influenza,Staphylococcus aureus
3. Pada neonatus dan bayi muda : Chlamidia trachomatis, pada anak usia sekolah : Mycoplasma pneumonia.

IV. FAKTOR RESIKO
Faktor diri (host) : umur,jenis kelamin,status gizi,kelainan congenital,imunologis,BBLR dan premature.
Faktor lingkungan : Kualitas perawatan orang tua,asap rokok,…

LP ICH

LAPORAN PENDAHULUAN
INTRACEREBRAL HEMATOMA


A. Pengertian
Cerebrovaskular Accident (CVA) adalah suatu gangguan fungsi saraf oleh sebab adanya gangguan peredaran darah otak, dapat terjadi secara mendadak (dalam hitungan detik) atau secara cepat (beberapa jam) dengan gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah letak lesi yang terganggu.

B. Etiologi
Berdasarkan penyebabnya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. CVD non hemoraghis
a. Iskemia Otak
Gangguan aliran darah otak yang membahayakan fungsi neuron tanpa perubahan yang menetap pada jam iskemia, terjadi kenaikan air dan Natrium, setelah 12 – 48 jam terjadi kenaikan progresif dan memperberat oedema otak, sehingga terjadi kenaikan Tekanan Intra Kranial yang dikenal dengan Transient Ischemic Attack (TIA).
b. Thrombus Otak
Thrombus Otak mengakibatkan penyumbatan aliran darah regional, tekanan perfusi daerah yang terkena lebih tinggi, ada kecenderungan pada arteriosclerosis aritmia dan heart block, perkembangannya menjadi hemiparalisis …

LP Glioma

GLIOMA

♠ Pendahuluan
Tumor otak merupakan sebuah lesi yang terletak pada intracranial yang menempati ruang di dalam tengkorak. Tumor-tumor selalu bertumbuh sebagai sebuah massa yang berbentuk bola tetapi juga dapat tumbuh menyebar, masuk ke dalam jaringan. Neoplasma terjadi akibat dari kompresi dan infiltrasi jaringan. Akibat perubahan fisik bervariasi, yang menyebabkan beberapa atau semua kejadian patofisiologis sebagao berikut :
• Peningkatan tekanan intracranial (TIK) dan edema serebral
• Aktivitas kejang dan tanda-tanda neurologist fokal
• Hidrosefalus
• Gangguan fungsi hipofisis
Tumor-tumor otak primer menunjukkan kira-kira 20% dari semua penyebab kematian karena kanker, dimana sekitar 20% sampai 40% dari semua kanker pasien mengalami metastase ke otak dari tempat-tempat lain. Tumor-tumor otak jarang bermetastase keluar system saraf pusat tetapi jejas metastase ke otak biasanya dari paru-paru, payudara, saluran gastrointestinal bagian bawah, pancreas, ginjal dan kulit (melanoma)…

LP Intoksikasi

A. Pengertian.
Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya.
Istilah peptisida pada umumnya dipakai untuk semua bahan yang dipakai manusia untuk membasmi hama yang merugikan manusia.Termasuk peptisida ini adalah insektisida. Ada 2 macam insektisuda yang paling benyak digunakan dalam pertanian :
1. Insektisida hidrokarbon khorin ( IHK=Chlorinated Hydrocarbon )
2. Isektida fosfat organic ( IFO =Organo Phosphatase insectisida )
Yang paling sering digunakan adalah IFO yang pemakaiannya terus menerus meningkat. Sifat dari IFO adalah insektisida poten yang paling banyak digunakan dalam pertanian dengan toksisitas yang tinggi. Salah satu derivatnya adalah Tabun dan Sarin. Bahan ini dapat menembusi kulit yang normal (intact) juga dapaat diserap diparu dan saluran makanan,namun tidak berakumulasi dalam jaringan tubuh seperti golongan IHK.
Macam-macam IFO adalah malathion ( Tolly ) P…

LP Tonsilrinosinusitis

LAPORAN PENDAHULUAN
TONSILRINOSINUSITIS


A. Definisi
Sinusitis adalah radang sinus paranasal.
Rinitis adalah suatu inflamasi membran mukosa.
Tonsilitis adalah radang pada tonsil. Biasanya menyerang anak 2-5 tahub penularan melalui udara, benda atau makanan yang terkontaminasi.

B. Etiologi
Sinusitis akut karena infeksi traktus respiratorius atas, terutama infeksi virus atau eksaserbasi rinitis alergika. Kongesti nasal yang disebabkan inflamasi, edema, dan transudasi cairan, menyebabkan obstruksi rongga sinus. Kondisi ini memberikan media yang sangat baik untuk pertumbuhan bakteri. Organisme bakteri bertanggung jawab terhadap lebih besar 60 % kasus sinusitis adalah Streptococcus pneumoniaea, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus.
Sinusitis Kronis disebakan oleh obstruksi hidung kronik akibat rabas dan edema membran mukosa hidung.
Rinitis dikelompokkan sebagi rinitis alergik dan non alergik. Rinitis non-alergik disebabkan oleh infeksi saluran nafas atas, termasuk rinitis vi…

LP Hemangioma

LAPORAN PENDAHULUAN
HEMANGIOMA

BATASAN
Hemangioma adalah suatu kelainan pembuluh darah bawaan yang tidak ikut aktif dalam peredaran darah umum. Hemangioma bukanlah tumor neoplastik sekalipun mempunyai kecenderungan untuk membesar. Ia merupakan “mesodermal excess” dari jaringan “vaso formative”.

PATOFISIOLOGI
Hemangioma merupakan sisa-sisa jaringan “vaso formative”dari jaringan mesidermal dan mempunyai kemampuan untuk berkembang.
Macam-macam Hemangioma :
Hemangioma dibedakan :
1. Hemangioma kapiler.
Dari Hemangioma kapiler, dikenal :
1) “Salmon patch”.
2) “Port wine stain”.
3) “Spider angioma”.
4) “Strawberry mark”
Tanda-tanda Hemangioma kapiler, berupa bercak merah tidak menonjol dari permukaan kulit. “Salmon patch” berwarna lebih muda sedang “Port wine stain” lebih gelap kebiru-biruan, kadang-kadang membentuk benjolan di atas permukaan kulit.

2. Hemangioma kavernosum.
Tampak sebagai suatu benjolan, kemerahan, terasa hangat dan “compressible” (tumor mengecil bila ditekan dan bila dile…

LP App

APPENDIKS

A. Anatomi
Appendiks vermiformis (umbai cacing) merupakan organ berbentuk tabung yang terletak pada puncak caecum, pada pertemuan ketiga taenia coli ( taenia libera, mesocolica, dan omentalis). Pangkalnya terdapat di sebelah posteromedial caecum, kira-kira 2 cm dari ileocecalis (Bauhini) dan pada pangkal appendiks terdapat valvula apendicularis (Gerlahi).
Panjang appendiks antara 7-10 cm (rata-rata 8 cm) dengan diameter 0,7 cm (antara 0,5 – 1 cm). Lumennya menyempit di bagian proksimal dan melebar pada bagian distal.
Posisi appendiks sangat bervariasi, yaitu:
1. Retrocecal, merupakan variasi yang paling banyak dijumpai. Pada posisi ini appendiks berputar ke atas di belakang caecum.
2. Pelvic / descendens (30 %), appendiks menggantung ke arah pelvis minor. Pada wanita sangat berdekatan dengan tuba uterine dextra dan ovarium.
3. Antececal, bila appendiks berada didepan caecum.
4. Paracecal, appendiks terletak horizontal dibelakang caecum.
5. Promontorik, ujungnya menunjuk ke p…

LP CA Mammae

TINJAUAN TEORITIS : TUMOR MAMMAE

Pendahuluan
Ca mammae pada wanita menduduki tempat nomor dua setelah carcinoma serviks uteri. Kurva insiden usia bergerak tinggi sejak usia 30 tahun. Kanker jarang ditemukan pada usia di bawah 20 tahun. Angka tertinggi pada usia 45-66 tahun. Penyakit ini disebabkan karena terjadinya pembelahan sel-sel tubuh secara tidak teratur sehingga pertambahan sel tidak dapat dikendalikan dan akan tumbuh menjadi benjolan tumor (cancer). Apabila tumor ini tidak diambil dan dibuang, dikhawatirkan akan masuk dan menyebar ke dalam jaringan yang sehat. Ada kemungkinannya juga sel kanker tersebut melepaskan diri dan menyebar ke seluruh tubuh.

Etiologi
Tidak ada satupun sebab spesifik, sebaliknya terdapat serangkaian factor genetic, hormonal dan kemudian kejadian lingkiungan dapat menunjang terjadinya cancer payudara.

Faktor resiko
1. Riwayat pribadi Ca payudara
2. Menarche dini
3. Nullipara/ usia lanjut pada kelahiran anak pertama
4. menopause pada usia lanjut
5. Riway…

LP GE Tropik

LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KASUS GE DI RUANG TROPIK LAKI-LAKI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
Oleh Subhan

Pengertian
 Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 - 200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat (Mansjoer, Arif., et all. 1999).
 Diare adalah suatu keadaan bertambahnya kekerapan dan keenceran buang air besar. Kekerapan yang masih di anggap normal adalah sekitar 1-3 kali dan banyaknya 200-250 gram sehari. Beberapa kasus klien mengalami peningkatan kekerapan dan kenceran buang air besar walaupun jumlahnya kurang dari 250 mg dalam kuraun waktu sehari (Soeparman 1990).
 Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari.

Etiologi
Penyebab utama :
Bakteri, parasit maupun virus (E. Coli, V. Cholerae Ogawa, Aeromonas sp.).
Penyebab lain ; toksin dan obat, nutrisi en…

LP GE

GASTRO ENTERITIS (GE)

A. Pengertian
Diare adalah suatu keadaan bertambahnya kekerapan dan keenceran buang air besar. Kekerapan yang masih di anggap normal adalah sekitar 1-3 kali dan banyaknya 200-250 gram sehari. Beberapa kasus pasien mengalami peningkatan kekerapan dan kenceran buang air besar walaupun jumlahnya kurang dari 250 mg dalam kuraun waktu sehari (Soeparman 1990)

B. Faktor pencetus timbulnya diare
1. a. Pengurangan atau penghambatan ion-ion.
b. Perangsangan dan sekresi aktif ion-ion pada usus (Secretory diarrhea)
2. Terdapatnya zat yang sukar diabsorbsi atau cairan dengan tekanan osmotik yang tinggi pada usus(obat pencahar/ lansansia)
3. Perubahan pergerakan dinding usus.


C. Pathofisiologi


























(Soeparman 1990)
D. Gejala klinik
- Diare yang berlangsung lama (berhari-hari atau berminggu-minggu) baik secara menetap atau berulang  panderita akan mengalami penurunan berat badan.
- Berak kadang bercampur dengan darah.
- Tinja yang berbuih.
- Konsistensi tinja tampak berlendir.
- Ti…