Sabtu, 26 November 2011

LP Tonsilrinosinusitis

LAPORAN PENDAHULUAN
TONSILRINOSINUSITIS


A. Definisi
Sinusitis adalah radang sinus paranasal.
Rinitis adalah suatu inflamasi membran mukosa.
Tonsilitis adalah radang pada tonsil. Biasanya menyerang anak 2-5 tahub penularan melalui udara, benda atau makanan yang terkontaminasi.

B. Etiologi
Sinusitis akut karena infeksi traktus respiratorius atas, terutama infeksi virus atau eksaserbasi rinitis alergika. Kongesti nasal yang disebabkan inflamasi, edema, dan transudasi cairan, menyebabkan obstruksi rongga sinus. Kondisi ini memberikan media yang sangat baik untuk pertumbuhan bakteri. Organisme bakteri bertanggung jawab terhadap lebih besar 60 % kasus sinusitis adalah Streptococcus pneumoniaea, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus.
Sinusitis Kronis disebakan oleh obstruksi hidung kronik akibat rabas dan edema membran mukosa hidung.
Rinitis dikelompokkan sebagi rinitis alergik dan non alergik. Rinitis non-alergik disebabkan oleh infeksi saluran nafas atas, termasuk rinitis viral (common cold) dan rinitis nasal dan bacterial, masuknya benda asing kedalam hidung: deformitas structural, neoplasma, dan massa; penggunaan kronik dekongestan nasal; penggunaan kontrasepsi oral, kokain, dan antihipertensi.
Rinosinusitis akut disebabkan oleh bakteri, virus dan jarang jamur.
Tonsilitis disebabkan oleh Corynebacterium diphteriase.

C. Tanda dan Gejala
1. Nyeri tekan daerah sinus saat dipalpasi.
2. Suhu subfebril
3. Nyeri tenggorok
4. Nyeri kepala
5. Tidak nafsu makan

D. Pemeriksaan Penunjang
1. Rontgen
2. Kultur
Kultur tenggorok mungkin dilakukan untuk mengidentifikasi organisme yang bertanggung jawab terjadinya faringitis dan adanya infeksi saluran pernafasan bawah.
3. Biopsi
Dilakukan untuk memungkinkan pemeriksaan sel-sel dari faring, laring dan saluran hidung.
4. Pemeriksaan Pencitraan
Pemeriksaan pencitraan termasuk rontgen jaringan lunak dan MRI dilakukan untuk menentukan keluasan infeksi dalam sinusitis.

E. Penanganan
1. Bedah intranasal untuk sinusitis frontal kronik
2. Operasi Caldwell Luc : operasi untuk sinusitis maksilaris.
3. Pembedahan : Eksisi, Kauterisasi polip.
4. Mengurangi nyeri
5. Antibiotik

F. Komplikasi
1. Sepsis
2. Abses peritonsilar
3. Otitis media
4. Meningits
5. Abses otak
6. Osteomielitis

G. Diagnosa Keperawatan utama dapat mencakup:
1. Inefektif bersihan jalan nafas berhubungan dengan sekresi berlebihan sekunder akibat proses inflamasi
2. Nyeri yang berhubungan agen injury : fisik
3. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan iritasi jalan nafas atas sekunder akibat infeksi
4. Defisit volume cairan berhungan dengan peningkatan kehilangan cairan sekunder akibat diaforesis yang berkaitan dengan demam
5. Defisit pengetahuan mengenai pencegahan infeksi pernafasan atas, regimen pengobatan, prosedur khusus, atau perawatan pascaoperasi.


DAFTAR PUSTAKA


Brunner & Suddarth. 1997. Keperawatan Medikal Bedah Volume I. EGC. Jakarta

Doenges, Marilyn. E, 1993. Rencana Asuhan Keperawatan, Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Alih bahasa I Made Kariasa. EGC. Jakarta

Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid Pertama. Media Aesculapius. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta

North American Nursing Diagnosis Assosiation. 2001. Nursing Diagnosis: Deffinition and Clasification, the assosiation. Philadelphia

Silvya . 1995. Patofisiologi. EGC. Jakarta

www. nicnoc@ Harcourt.com.2000. Nursing Intervention Classification and Nursing Outcomes Clasification

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.