Sabtu, 21 Januari 2012

VAKSIN CAMPAK KERING


VAKSIN CAMPAK KERING

A.   Deskripsi
Vaksin campak adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan, merupakan vaksin beku kering berwarna kekuningan pada vial gelas, yang harus dilarutkan hanya dengan mengunakan pelarut Vaksin Campak kering produksi PT. Bio Farma yang disediakan secara terpisah. Vaksin Campak ini berupa serbuk injeksi.

B.   Komposisi
Tiap dosis ( 0,5 ml ) mengandung :
Virus campak hidup yang dilemahkan strain CAM 70 tidak kurang dari 1000 CCID 50 ( cellculture infective doses 50 ) yang dibuat pada embrio ayam SPF ; Zat tambahan : kanamisin sulfa tidak lebih dari 100 mcg dan eritromisin tidak lebih dari 30mcg.

C.   Indikasi
Untuk imunisasi aktif terhadap penyakit campak

D.   Cara kerja obat
Merangsang tubuh membentuk antibody untuk memberi perlindungan terhadap infeksi penyakit campak.

E.    Posology
Vaksin dilarutkan dengan mengunakan pelarut vaksin campak kering produksi PT. Bio Farma sebanyak 5 ml pada setiap vial 10 dosis dan 10 ml pada setiap vial 20 dosis. Imunisasi campak terdiri dari satu dosis tunggal 0,5 ml disuntikan secara subkutan pada lengan bagian atas setelah dilarutkan denganpelarutnya, di berikan pada anak usia 9 bulan. Dalam keadaan wabah, imunisasi dapat dilakukan mulai umur 6 bulan disusul dengan suntikan ulang 6 bulan kemudian dengan 1 dosis 0,5 ml secara subkutan.

F.    Efek samping
Vaksin campak dapat mengakibatkan sakit ringan dan bengkak pada lokasi suntikan yang terjadi 24 jam setelah vaksinasi. Pada 5-15% kasus terjadi demam 39,40C ( selama 2 sampai 2 hari ) biasnya 8-12 hari setelah vaksinasi. Pada 2 % terjadi kemerahan ( selama 2 hari ) biasanya 7-10 hari setelah vaksinasi. Kasus enechepalitis pernah dilaporkan terjadi ( perbandingan 1 / 1.000.000 dosis ), febrile convulsion ( perbandingan 1/3000 dosis )

G.   Kontraindikasi
Terdapat beberapa kontra indikasi pada pemberian vaksin campak. Hal ini sangat penting, khususnya untuk imunisasi pada anak penderita malnutrisi. Vaksin ini sebaiknya tidak diberikan pada : orang yang alergi terhadap dosis vaksin campak sebelumnya; wanita hamil karena efek vaksin campak terhadp janin belum diketahui; orang yang alergi berat terhadap kanamisin dan eritromisin, anak dengan infeksi akut disertai demam; anak demam defisiensi imonologik; anak dengan pengobatan infeksi yang bersifat imunosupresif; yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap perotein telur.

H.   Interaksi obat
Tidak ada

I.       Peringatan perhatian
1.     Hindarkan vaksin dari sinar matahari langsung karena vaksin campak sensitive terhadap sinar ultraviolet .
2.     Vaksin campak yang sudah dilarutkan (sebaiknya digunakan segera, paling lambat 6 jam setelah di larutkan ) hanya jika penyimpanan vaksin terjadi pada suhu antara ± 20C s/d ± 8 0C dan lindungan dari cahaya. Sisa vaksin yang telah digunakan ( selama 6 jam setelah di larutkan ) harus dimusnahkan. VVM ( lihat pada brosur atau gambar ) harus di lepaskan segera setelah vaksin dilarutkan
3.     Pelarut jangan di bekukan, tetapi harus disimpan dalam suhu 220-260C, sebelum silarutkan.
4.     Vaksin hanya boleh disuntikan secara subkutan, tidak boleh diberikan secara intravena.
5.     Bila anak telah diberikan immunoglobulin atau tranfusi darah maka imunisasi harus ditangguhkan paling sedikit 3 bulan.
6.     Setelah imunisasi, tes tuberculin pada anak harus ditangguhkan sampai 2 bulan karena mungkin terjadi reaksi negative palsu.
7.     Sebelum vaksin digunakan, informasi pada gambar Vaccine Vial Monitor ( VVM ) agar di ikuti.

J.      Penyimpanan
Vaksin campak freeze-dried harus disimpan pada refrigerator dengan suhu antara ± 20C s/d ± 8 0C shelf life 2 tahuan. Vial vaksin dan pelarut harus dikirim bersamaan, tetapi pelarut tidak boleh dibekukan dan di simpan pada suhu 220-260C. vaksin harus terlindung dari cahaya.

K.   Kemasan
Box @ 10 vial @ 10 dosis + Pelarut Campak Box @ 10 ampul ( @ 5 ml ) ; Reg. No : GKL 9302900544A1
Box @ 10 vial @ 20 dosis + Pelarut Campak Box @ 10 ampul ( @ 10 ml ) ; Reg. No : GKL 9302900544B1

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.