Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
DEFINISISistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut: 1.menerima makanan 2.memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan) 3.menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah 4.membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
MulutMulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan dan sistem pernafasan. Bagian dalamdari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Saluran dari kelenjar liur di pipi, dibawah lidah dan dibawah rahang mengalirkan isinya ke dalam mulut. Di dasar mulut terdapat lidah, yangberfungsi untuk merasakan dan mencampur makanan. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung…

Memandikan Jenazah

MEMANDIKAN JENAZAH.
a. Orang yang berhak memandikan jenazah. 1. Jika mayyit telah mewasiatkan kepada seseorang untuk memandikannya, maka orang itulah yang berhak. 2. Jika mayyit tidak mewasiatkan, maka yang berhak adalah ayahnya atau kakeknya atau anak laki-lakinya atau cucu-cucunya yang laki-laki (kalau mayatnya laki-laki, kalau perempuan maka dari jenis putri). 3. Jika tidak ada yang mampu, keluarga mayyit boleh menunjuk orang yang amanah lagi terpercaya buat mengurusnya.
b. Tempat memandikan mayyit harus tertutup baik dinding maupun atapnya.
c. Dianjurkan agar yang memandikan jenazah memilih 2 orang dari keluarganya.
d. Perlengkapan bagi yang memandikan jenazah. 1. Penutup hidung. 2. Memakai pelindung tubuh agar tidak terkena kotoran-kotoran seperti sisa air perasan daun bidara dan kapur barus. 3. Sarung tangan. 4. Sepatu bot berlaras tinggi.
e. Cara menyediakan perasan daun bidara. 1 Gelas besar : 4 liter 8 lt + 2 gls air perasan daun bidara 12 lt + 3 gls air perasan daun bidara …

Siklamat

Siklamat adalah salah satu jenis pemanis buatan yang cukup populer di Indonesia. Siklamat pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Michael Sveda dan Ludwig Audrieth dari UniversityofIllinois pada tahun 1937. Pemanis buatan jenis siklamat merupakan garam natrium dari asam siklamat. Siklamat mempunyai sifat sangat mudah larut dalam air dan mempunyai tingkat kemanisan 30 kali dari gula. Rumus molekul siklamat adalah C6H11NHSO3Na. Rasa manis siklamat masih dapat dirasakan pada tingkat pengenceran 1 : 10 ( dalam liter ). Nama lain siklamat dalam perdagangan dikenal dengan sebutan antara lain: Assugrin, Sucaril dan Sucrosa   (Indriasari, 2008).       Pemanis buatan dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan manusia. Efek negatif  tidak langsung seketika terjadi pada manusia  tetapi membutuhkan waktu lama karena terus berakumulasi di dalam tubuh manusia. Efek negatif  tersebut antara lain:  dapat merangsang pertumbuhan kanker kandung kemih, alergi, bingung, diare, hipertensi, impotensi, iritasi…

Kesadaran

KESADARAN
Kemampuan individu mengadakan hubungan dengan lingkungannya serta dg dirinya sendiri (mll panca inderanya) & mengadakan pembatasan thd lingkungannya serta thd dirinya sendiri (mll perhatian)
ALAM SADAR Alam yg berisi hasil² pengamatan kita thd dunia luar
BENTUK2 KSADRAN 1. Kesadaran normal   5.         Kesadaran waktu mimpi 2.         Kesadaran menurun    6.         Kesadaran waktu disosiasi 3.         Kesadaran meninggi   7.         Trance & Hipnotis 4.         Kesadaran waktu tidur8.        Kesadaran yg terganggu
KESADARAN NORMAL Bentuk kesadaran yg ditandai dg individu sadar akan diri & lingkungannya shg daya ingat, perhatian & orientasinya mencakup ruang, waktu & org dlm keadaan baik
KESADARAN MENURUN Bentuk kesadaran yang berkurang scr keseluruhan, kemampuan, persepsi, perhatian & pemikiran
TINGATANNYA             Amnesia          4.         Sopor            Apatis              5.         Subkoma 3.               Somonolensi    6.         Koma
K…