Selasa, 24 Maret 2015

DIBALIK RAJUTAN PENSIL

DIBALIK RAJUTAN PENSIL

Benar kata orang kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan lelakon orang tidak bisa ditebak. Yah setidaknya itulah yang saya rasakan saat ini, kakai ini terasa ada yang mengayunkan begitu saja, batin ini terasa ada yang selalu merubah isinya, mata ini terasa ada yang selalau mebuat enggan untuk menoleh kebelakang, jiwa raga ini seakan selalau ada yang membuat untuk melakukan dan untuk nekad untuk bertindak. Hanya menghela nafas dan mengucap sukur atas Rahmat yang telah diberikan.

Semangat kerja keras serta doa orang tua dan tentunya juga ada nasehat-nasehat yang selalau terucapa dari sahabat-sahabat dekat yang saling menguatkan untuk meniti setiapa perjalanan hidup yang jelas mereka sangat luar bisa di mata kami. Angapan inilah yang selalau menjadikan kami senasip sepenaggungan. “Tak kenal maka tak cinta” pepatah tepat sekali istilah ini. kami tak saling mengenal antara satu sama lain. Sejatinya kita tidak sendirian banyak teman serta sahabat yang merasa senasip, entah karena profesi atau sekedar pekerjaan.

Tepat 3 bulan yang lalau kami tidak tahu, tidak saling mengenal, tidak tahu juga apa latar belakang pendidikan mereka bahkan kami tidak saling menganal atau berteman di sosial media tidak sama sekali. Rasa serta kemauan yang keras untuk menjadi sesuatu yang berbeda membuat kami melakukan perjalanan yang jauh dan kami titi secara bersama-sama.

Ada hal yang sangat menyenangkan dan ada pula yang sangat menyedihkan. Yang menyedihkan ketika kami salaing kenal dan akan menjadi TKI dan masih dipemanpungan yang sangat lama dan sangat menguras kesabaran dari kami. Tak jarang kami mgaucapakan dan saliang su’uzon terhadap siapapun yang kami temuai di penampungan bahkan dari PT. Penyaluran tenaga kerja. Setiap kali kami tanya kapan kita interviw dan kapan kami berngkat selau menjawab sebentar lagi, sebentar lagi selalau begitu, bosan sekalai rasanya menunggu tiada akhir. Dari kami semua yang di penamapungan untuk makan saja patungan. Jiaka uang sudah menipis kami minta kiriman dari rumah. Tambah lengkap pula dengan kekejaman kota Jakarta yang apapun itu serba bayar entah apapu itu bentuknya yang jelas tidak ada yang gratis. Semuanya serba terbatas, apa lagi dalam keadaan menjadi pengangguran di ibu kota. ingin sekali rasanaya mundur dan tidak melanjutkan cita-cita untuk bekerja di Timur Tengah. Jika saja kami tidak salaing menguatkan pastilah salah satu dari kami akan hengkang dari keinginan ini.tambah lengkap penderitaan kami, belumlah dinyatakan diterima untuk kerja di Timur Tengah kami sudah keluar dari pekerjaan kami di daerah asala masing-masing. Ada yang bekerja di ruangan bedah di RSU Semarang, ada juga yang bekerja di RSUD Pasuruan dll. Ditambah lagi saya di pecat dari pekerjaan di puskesmas yang tidak digaji alias jadi TKS (tenaga kesehatan suka rela), jadi suka tidak suka ya harus rela di perkosa keadaan yang tak jelas jluntrunganya.

Keadaan menjadi berubah ketika mendapat kabar dibutuhkan tenaga kerja untuk kerja di klinik swasta di kota Riyadh K.S.A yang dibutuhkan 10 orang untuk 5 perempuan dan 5 orang laki-laki. Dengan penuh gembira dan semangat yang tinggi “aku harus berangkat” untuk meraih mimpiku. Dan alhmdulilah saya di beri kesempatan untuk mengambil kesempatan itu. Pada Saat itu hanya saya  sendiri yang masih stay dijakarta dan diminta oleh PT untuk menghubungi 10 orang teman saya, saya bingung siapa teman saya yang harus saya hubungi, banyak intervensi  yang masuk pada diri saya,dimana saya harus memilih orang yang saya tidak kenal. Dan tidak mungkin saya menghubungi orang yang saya tidak kenal. Butuh waktu beberapa jam untuk menentukan siapa teman yang harus saya hubungi. Alhamdulillah dengan ijin Allah saya menghubungi teman dekat saya, yang sudah saya kenal selama 3 bulanan lebih dan mempunyai keinginan yang sama untuk bekerja diluar negeri. Saat teman-teman saya kabari bahwa ada loker di Riyadh, mereka semua penuh semangat dan mengambil kesmepatan itu. Dengan berbekal mengantongi ijin kedua orang tua dan doa yang selalu menyertai perjalanan kami.  Bergiliran kami datang ke Jakarta penuh rasa gembira dan semangat yang membakar jiwa. Detik demi detik menit demi menit jam demi jam hari demi hari akhirnya waktu untuk intervew dengan CEO klinik didepan mata. Dengan persiapan seadanya kami menghadapi tes interview, hemm dimana tes interview pertama kalinya bagi kami, dengan perbekalan bahasa inggris seadanya dan bahasa arab yang gak tau apa - apa. Dengan modal BONEK “Bondo Nekat” kata arek arek Suroboyo. Kami maju satu persatu menuju ruang interview dengan penuh resah gelisah, dengan memantapkan hati dan membaca “Bismillahirrohmanirrohiim, “Ya ALLAH please help me, pass the interview”. Akhirnya waktu pengumuman hasil interviewnya sudah tiba, penuh rasa resah gelisah kami menunggu hasil. Saat kami mendengar bahwa kami lulus tes interview penuh gembira kami mendengarnya. Hanya rasa syukur kepada ALLAH SWT yang tersirat dalam hati kami. Inilah langkah awal yang baik dan inilah mimpi kami.

Mendengar kabar yang sangat mengembirakan ini kami semua sungguh merasa senang. Tapi dalam kegembiraan kami terdapat kesedihan yang ama t mendalam kami arus berpisah adengan orang tua, keluarga serta sanak famili dan yang terpenting adalah meninggalkan Tanah Air Tercinta. Rasa haru ketika masing-masing dari kami memegang paspor dan tiket untuk terbang menuju KSA. Perjalanan kami menuju bandara Suekarno Hata. Kami bertiga yang laki-laki tak seorangpun di hantarkan oleh keluarga, kami menyembunyikan rasa sedih nan tiada tara. 4 orang dari kami yang perempuan dihantar sampai bandara dengan keluarga masing-masing, menambah paula rasa sedih kami. Namun kami salaing menguatkan entah apa yang ada dibenak kami ber7.

Sembilan jam kami terbang membumbung tinggi di angkasa seperti cita-cita kami ber7 mendaratlah kami di bandara Hamad International Air Port Doha Qatar. 6 jam kami transit, dan 58 menit dari Hamad International Air Port  Doha Qatar menuju bandara King Khalid International Air Port  Riyadah KSA. Senag bukan kepalang ketika mendarat dengn selamat di KSA. Alahmdulilah tempat kerja kami tepatnya dijantung kota Riyadah KSA. Tak henti-hentinya kami mengaucap sukur dan alahmdulilah bisa bekerja di KSA.

Sobat pesan yang ingin saya sampikan bahwasanya tanamkanlah dalam hati dengan kuat untuk mau dan mengejar cita-cita kalian setinggi apapun itu. Bangunlah rasa cinta dan semangatmu untuk berbuat sesuatu dan terus kejarlah untuk meraihnya. Ingat cita-cita tidak akan lari begitu saja, namun larilah secepat dan sederas mungkin untuk mengajarnya. Jika ada kemauan pasti ada jalan untuk menggapainya, banyak jalan menuju Roma. Jangan pernah sedirian dan merasa tidak bisa.!! Semua orang diciptakan sama derajat dan kecerdasanaya yang membuat kita lain adalah rasa ingin tahu, belajar dan keinginan keras. Jangan pernah menyesalai hal yang sudah pernah terjadi dan jangan pernah untuk pergi dari impian. Impian cita-cita milik kalian dan milik kita bukan milik mereka. Kita berhak untuk mapan dan sejahtera. Jang pernah takut melangkah, jangan ragu tidak bisa berbahasa Asing sejatinya bisa kita pelajari sambil bekerja. Thank you Allah...

Ahmad Irfankhan H.S


Riyadh KSA. 24 Februari 2015 jam 00.45

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.