Kamis, 23 April 2015

TEMPE TAHU SAUDI ARABIA



Siapa yang tau karena tulisan kehidupan seseorang bisa menjadi baik, atau sekedar pemembacanya menjadi empati dan simpati terhadap tulisan kita. Entah apa yang melatar belakang saya menulisakan pengalaman serta cerita keluarga yang memang nyata tanpa tambahan atau pengurangan (kata orang supaya lebih dramatis), setidaknya itulah yang membekas semasa kecil. Sungguh tak ada niat untuk memamerkan kesengsaran semasa dahulu atau ingin dibelas kasihi. Tujuan saya hanya 1 yaitu supaya semangat meniti hidup ini. jika menengok kebelakang dengan kekurangan dan kesengsaraan ini menjadi cambuk dan api penghangat supaya tetap semangat.

Hanya ucapan terimakasih dan rasa sukur serta merasa paling beruntung sedunia bisa menjadi seperti sekarang ini. walau belum sukses.! Kenapa bisa begitu menjadi paling beruntung. Karena saya anak dari seorang petani yang sangat miskin serta ibu sebagai penjual sayuran kepasar yang digendong, terkadang ibu menjual jagung rebus kelilingkan kampung kerumah-rumah warga. Bahkan sampai sekarang ibu yang sudah menginjak usia senjanya (56 tahun) tahun harus mencari uang sendiri dengan membuat Tahu, Tempe serta makanan ringan lainya, itu semua dilakoni demi untuk menyambung hidup dengan bapak (86 tahun). Ibu dan bapak harus bangun diatas jam 4 pagi, demi untuk memperoses tempe dan tahu, lalau paginya jam 7 pagi ibu harus keliling dengan membawa daganganya dengan membawa sepeda tua. Jika mendung atau hujan ibu tetap keliling menjual tempe dan tahu dengan jalan kakai. Jika dihitung-hitung dalam sehari ibu berjalan mencapai 10 kilo meter. Kegiatan ini dilakukan ibu sejak tahun 2012 sampai sekarang, dalam satu minggu bisa 2-4 kali keliling. Sedangkan bapak yang memperoses tempe serta ampas tahu menjadi oncom, bapak tak bisa lagi jalan jauh apalagi melakukan atau mengangkat beban berat.

Inilah yang membuat beban fikiran yang sangat berat saat ini. jika mengingat ibu dan bapak tak jarang harus meneteskan airmata kekecewaan terhadap diri ini. pillu rasa hati ini, bagai tersayat-sayat sembilu. Seumpamnya orang tua saya bisa saya sembunyikan dan mapu saya telan, akan saya telan dan akan saya sembunyikan. Tidak  tega melihatnya apa lagi hanya berdiam diri dirumah menunggu pasien berkunjung untuk berobat. Hal ini yang menjadikan saya berfikir 10000 kali lebih dalam, bagaimana caranya dengan kerja singkat namun bisa mensejahterakan orang tua.!

Angan-angan, doa serta usaha hanya bisa saya panjatkan hampir setiap kali duduk sujud dan berdiri ketika sadar atau terjatuh. Tak tau bagaimana caranya bisa menjadi sejahtera. Alhamdulilah sampai sekarnag harapan itu masih kencang dan masih tertambat rapi di dalam hati dan jiwa ini.

Dari segala cita-cita semua sudah diatur oleh sang Kholik sang Penguasa Jagat Raya ini. Tak tau apa yang meggerakan hati dan ujung jari jemari ini untuk terus merangkai bait demi bait yang menjdai tulisan terangkai rapih seta bisa melakukan posting di FB. Karena tulisan tersebutlah saya bisa seperti sekarang, Sujud sukurku kuhaturkan untuk MU.

Tak lain certita yang saya posting adalah “BATU KALI MENU MAKANKU”. Selang beberapa hari saja setelah mempostingkan tulisan itu alhamdulilah ada seseorang yang tertarik bahkan heran dengan tulisan itu. Apa karena ceritany yang memilukan hati atau ceritaku yang sangat memelas. Mendapat komen serta acungan jempol adalah hal yang paling dinanti oleh setiap orang jika update status. Tapi tidak dengan kasusku malah aku banyak mendapatkan motivasi dari cerita tersebut. Bahkan ada seseorang teman di FB sebut saja dengan mbak Lia Husain seorang perawat yang sangat luar biasa. Ia tertarik dan merasakan apa yang saya rasakan. Sebelumnya saya tidak tahu Mbk Lia dan saya tidak kenal siapa dia. Yang jelas selang beberapa hari setelah membaca tulisan saya ia langsung menambahkan saya sebagai teman. Dan yangheranya lagi ia langsung inbox dan minta nomer telepone saya dan langsung menghubungi saya. Dan saya ditawari untu kerja ke Tmur Tengah. Alhamdulilah doa saya dijawab dan di ijaba oleh ALLAH SWT melalului tulisan tersebut. Saya bisa bekerja di Saudi Arabia. Dan Alhamdulilah sekarang saya bisa merasakan bagaiman susah senang dinegeri minyak yang sangat kaya ini.

Benar kata pepata “ada kemauan, pasti ada jalan” setidaknya itulah yang saya rasakan saat ini. Sekan tak mungkin rasanya bisa mencapai sesuatu jika tanpa adanya niat dan dan cita-cita. Namuan jangan sampai kita hanya niat tanpa ada realisasinya. Banyak orang yang mengatakan semua itu tergantung niat kita, tapi ada kenyataanya tidak demikian. Sebagai contoh yang mudah “jika kita niat untuk menanam padi, tapi hanya sebatas nita dan tetanga kita niat plus tindakanya menanam padi, kira-kira yang panen padi yang hanya mempunyai niat atau yang ada realisasinya”?. Dari sini kta bisa tau dan mengevaluasi diri kia masing-masing. lain lagi ceritanya jika kta hendak melakukan kebaikan hanya sebatas niat sudah dicatat oleh Allah dan para malaikatnya. Namaun jika niatnya untuk merubah diri dan keinginana hati kira-kira bisa berubah atau tidak..? Allah sudah berfirman “tidak akan merubah nasip seorang kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya”. Sudah jelas.

Yang jelas tidak ada yang gratis di dunia ini, apa lagi yang menyangkut hajat hidup kita dan berani untuk bermimpi. Yang tak luput dari setip tindakan kita adalah proses yang terjadi. Semakin kita menghargai dan bersabar untuk proses pasti kita akan merasakan manisnya proses tersebut setelah mendapatkan hasilnya. Dan akan menambah nikmat yang tiada tara lagi jika kita sesekali untuk evaluasi diri, tengoklah kebelakang dan rasakanlah orang-orang yang belum seberuntung kita saat ini. pemikiran seperti inilah yang akan membuat kita menjadi Syukur atas nikmat-NYA.

Saya tidak tahu saat tinggal dan bekerja, hari demi hari berlalau dengan cepat, dan saya tidak akan tahu apa yang akan terjadi dimasa mendatang. Yang terpenting sekarang adalah tetap fokus dan terus bekerja sambila beribadah. Terkadang masih belum percaya jika sekarang saya jauh dari orang tua dan sanak family. Jika di fikir sedih senag, pilu, gembira entahlah apa warnanya tak jelas. baru kali ini saya merasakan jauh dan sangat jauh dari orang tua. Dahulu pernah jauh dari oran tua, tapi itu di Indonesia alias negeri sendiri. Kapan pun saya bisa pulang. Tapi yang sekarang ini, sungguh jauh.

Nikma yang saya rasakan adalah begitu nikmatnya diperantauan jauh dari orang tua dan family, saya bisa merasakan jika bertemu dengan orang-orang asing yang berada di sekitar saya. Setiap hari saya bersingungan dan berinteraksi dengan orang asing maksud saya bukan dengan orang Indonesia, ya walaupun kemampuan bahasa saya masih diragukan tapi jangan takut ntuk mencoba belajar memahami dari setiap perkataan pasien. Banyak yang tidak maksud dan banyak juga yang tau, tapi untuk mengataan dan menghaturkan sangat sulit, tau sendiri ada pasien yang pandai berbahasa Engllish British dan ada juga yang bisa hanya asal-asalan seperti saya. dan ada juga yang tidak bisa bahasa Engllish alias bahasa Arab saja.

Senang sekali jika saya rasakan, selain kerja bukan dinegeri sendiri banyak sekali manfaat dan pengalaman mulai mempunyai teman-teman yang sangat beragam/berbagai Negara mulai dari Saudi Arabia, Mesir, Sudan, Yorda, Turky, Libanon, Dubai, Qatar, Palestine, Suria, Pakistan, Banglades, India dan Pilipina. Dari sini saya bisa tau karakter mereka, cara berpakaian dan dari cara berbicara seta ciri-ciri tubuh mereka. Dahulu waktu belum tahu yang jelas jika ada orang yang berewokan hidung mancung pasti orang Arab itu saja. Begitupun dengan bahasa mereka sangat berbeda, namun ada kesamaan beda logat saja. Misalnya negara Timur tengah yang satu rumpun seperti Saudi Arabia, Mesir, Sudan, Yorda, Turky, Libanon, Dubai, Qatar, Palestine, Suria mereka punya bahasa resmi alias bahasa persatuan yaitu Arab PUSHA dan AMIAH. Sedangkan Indonesia dan Pilipina ada kata-kata yang sama dan memliki arti sama juga.

1 hal yang bisa saya sampaikan jangan pernah malau dan jangan pernah menyerah dari setiap cita-cita kita. Yang terpenting percaya diri, mungki yang baca tulisan saya ini hanya untuk pamer. Jika saya pamer saya tidak akan berkata jujur jika keadaan orang tua saya seperti yang saya sampiakan diatas. Ataupu pamer penderitaan supaya orang kasiha terhadap saya.

Yang terpenting rasa sukur terus mengalir dari hati ini karena banyak diluaran banyak teman-teman yang ingin dan bisa merasakan meraih mimpi. Semoga bermanfaat dan bisa memberi Motivasi.

Ahmad Irfankhan Hamim Sutopo

20 April 2015, Riyadh KSA. Jam 08.52 Am



Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.