Langsung ke konten utama

10 MAKANAN YANG MEMBUAT  SEPERMA MENJADI HARUM DAN MANIS

10 MAKANAN YANG MEMBUAT 
SEPERMA MENJADI HARUM DAN MANIS

Seks oral menjadi salah satu cara untuk merangsang pasangan, baik wanita maupun pria. Namun, tidak semua wanita menyukai gaya seks semacam ini. Tak jarang, mereka mengeluh tidak nyaman karena bau dan rasa sperma yang tidak enak.

Untuk meningkatkan gairah wanita melalui seks oral, pria disarankan melakukan kebiasaan sehat agar rasa sperma menjadi jauh lebih manis. Dengan demikian, para wanita akan merasa lebih nyaman atau bahkan ketagihan untuk melakukan seks oral. Berikut adalah cara membuat rasa sperma jadi manis :

1.      Berhenti mengonsumsi alkohol, kafein dan nikotin.
2.      Minum banyak air, 1-2 liter sehari untuk mengeluarkan racun dari tubuh.
3.      Makan buah-buahan segar setiap hari untuk mempermanis rasa sperma. Nanas, pepaya, cranberry, melon, mangga, apel, dan anggur adalah pilihan yang baik untuk menghilangkan rasa pahit pada sperma.
4.      Makan banyak sayuran yang baik untuk meningkatkan rasa sperma. Namun, hindari jenis sayuran seperti kubis, brokoli, asparagus.
5.      Mengurangi konsumsi daging merah karena membuat rasa sperma jadi asin. Produk susu seperti susu dan keju juga membuat sperma terasa asin.
6.      Hindari rempah-rempah, seperti bawang putih dan merah, karena dapat merusak rasa sperma. Hal ini disebabkan kandungan sulfur yang tinggi pada makanan tersebut.
7.      Jangan membeli produk yang mengklaim dapat membuat rasa air mani menjadi lebih enak karena tidak terbukti efektif.
8.      Peterseli dan seledri sangat direkomendasikan untuk meningkatkan rasa air mani agar lebih manis. Hal ini dikarenakan adanya kandungan klorofil yang tinggi.
9.      Kayu manis, kapulaga, peppermint dan lemon sangat direkomendasikan untuk membuat rasa air mani jadi lebih manis.
10. Hindari makanan cepat saji karena sarat akan bahan kimia dan pengawet yang dapat mencemari tubuh dan rasa air mani.


Sebagian besar pria suka dirangsang melalui seks oral. Hal ini dikarenakan mulut dan lidah punya kontur yang bagus untuk merangsang bagian sensitif pada alat kelamin pria. Maka tak heran, jika banyak pria sering meminta pasangan mereka untuk melakukan seks oral.

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu )

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu ) Pengertian : 1.Pernafasan menghitung jumlah pernafasan ( inspirasi yang diikuti ekspresi selaman 1 menit. 2.Nadi menghitung frekuensi denyut nadi ( loncatan aliran darah yang dapt teraba yang terdapat di berbagai titik anggota tubuh melalui perabaan pada nadi, yang lazim diperiksa atau diraba pada radialis. 3.Tekanan darah melakukan pengukuran tekanan darah ( hasil dari curah jantung dan tekanan darah perifer )mdengan menggunakan spygnomanometer dan sttoskop. 4.Suhu mengukur suhu tubuh dengan mengguanakan termometer yang di pasangkan di mulut, aksila dan rektal. Tujuan : 1.Pernafasan a)Mengetahui kesdaan umum pasien b)Mengetahui jumlah dan sifat pernafasan dalam rentan 1 menit c)Mengikuti perkembangan penyakit d)Membantu menegakkan diagnosis
2.Nadi a)Mengetahui denyut nadi selama rentan waktu 1 menit b)Mengetahui keadaan umum pasien c)Mengetahui intgritassistem kardiovaskulr<

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam Pengertian : Merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien yang mengalami nyeri kronis. Rileks sempurna yang dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah menghebatnya stimulasi nyeri Ada tiga hal yang utama dalam teknik relaksasi : 1.Posisikan pasien dengan tepat 2.Pikiran beristirahat 3.Lingkungan yang tenang Tujuan : Untuk menggurangi atau menghilangkan rasa nyeri Indikasi : Dilakukan untuk pasien yang mengalami nyeri kronis
Prosedur pelaksanaan : A.Tahap prainteraksi 1.Menbaca status pasien 2.Mencuci tangan 3.Meyiapkan alat
B.Tahap orientasi 1.Memberikan salam teraupetik 2.Validasi kondisi pasien 3.Menjaga perivacy pasien 4.Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga